26 Mahasantri Angkatan VIII ADI Dewan Dakwah Aceh Ikut Tasyakuran

Aceh Besar — Sebanyak 26 mahasantri angkatan ke VIII Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Dewan Dakwah Aceh mengikuti tasyakuran dan pengukuhan dalam rangka wisuda tahun akademik 2021/2022 di kampus ADI komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Sabtu (27/8/2022).

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Prof Dr Muhammad AR, MEd bersama Sekretaris Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar SE MSi. Didampingi Direktur ADI Aceh, Dr Abizal Muhammmad Yati, Lc MA dan Sekretaris ADI, Hanisullah, MPd beserta para Wakil Direktur ADI lainnya.

“Sebanyak 26 mahasantri yang di wisuda dan dikukuhkan itu terdiri atas 15 laki-laki dan 11 perempuan. Mareka berasal dari Subulussalam sebanyak 7 wisudawan, Aceh Singkil 12 wisudawan, Aceh Selatan 2 wisudawan, Aceh Barat Daya 1 wisudawan, Bireun 1 wisudawan, Bener Meriah 1 wisudawan, Aceh Timur 1 wisudawan, dan Dairi Sumatra Utara 1 wisudawan,” kata Direktur ADI Aceh Dr Abizal Muhammad Yati lc, MA.

Abizal menjelaskan seluruh mahasantri tersebut usai diwisuda dan dikukuhkan akan melanjutkan kuliah S-1 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir di Jakarta. Mareka direncanakan berangkat pada tanggal 3 September 2022.

“Kita berharap mereka dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dan menjadi kader da’i/daiyah yang siap menjalankan misi dakwah di kampung mereka masing-masing di wilayah perbatasan dan pedalaman Aceh,” kata Abizal.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Prof Dr Muhammad AR, M.Ed menyampaikan bahwa saat ini Aceh kekurangan tenaga dai yang siap bertugas di pedalaman dan perbatasan Aceh. Juga kekurangan dai yang siap dengan segala tantangan dan resiko.

“Padahal di Aceh banyak Perguruan Tinggi Islam dan lembaga-lembaga pendidikan Islam. Namun belum mampu melahirkan kader dai Ilallah yang ikhlas dalam menyebarkan misi dakwah Rasulullah di pedalaman dan perbatasan Aceh,” kata Prof Muhammad AR.

Menurutnya saat ini di pedalaman dan perbatasan Aceh sangat dibutuhkan para dai yang bisa mengajarkan ilmu agama, mengajarkan Al-Qur’an, membimbing anak-anak dan generasi muda serta menuntun mereka menuju jalan kebaikan.

“Semoga para kader dakwah yang di tempa ADI Aceh dan STID Mohammad Natsir, akan menjawab tantangan tersebut. Dan mareka akan berada di garda terdepan dalam menjaga akidah ummat di daerah perbatasan dan pedalama Aceh,” jelas Prof Muhammad AR.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Zawiyah Cotkala Langsa, Prof Dr Iskandar Budiman, MCL dengan tema “menyiapkan kader dai Ilallah dalam rangka membangun dan selamatkan Indoensia. dengan dakwah”.

Ketua Umum Dewan Dakwah Langsa Raih Profesor Bidang Ilmu Fikih Muamalah

Langsa — Ketua Umum Dewan Dakwah Kota Langsa, Dr Iskandar Budiman, MCL resmi ditetapkan sebagai Profesor/Guru Besar Bidang Ilmu Fikih Muamalah pada prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Program Pascasarjana dan Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa.

Ia menjadi Profesor pertama bidang ilmu tersebut pada Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa. Saat ini ia juga menjabat sebagai Dekan FEBI di kampus tersebut.

“Alhamdulillah, keluarga besar Dewan Dakwah Kota Langsa sangat bersyukur dan mengapresiasi atas penetapan gelar profesor tersebut. Semoga ilmu yang selama ini beliau ajarkan berguna dan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa,” kata Sekretaris Dewan Dakwah Kota Langsa, Afrizal Refo MA, Rabu (27/07/2022).

Afrizal Refo menjelaskan Prof Dr Iskandar Budiman, MCL ditetapkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Fikih Muamalah melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 022575/B.II/3/2022 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.

Surat Keputusan penetapan tersebut diteken oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, pada 20 Juli 2022 di Jakarta.

Sementara itu Prof Dr Iskandar Budiman, MCL sangat bersyukur dan berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan koleganya di IAIN Langsa, termasuk jajaran pimpinan di lembaga tersebut.

Selain itu juga kepada keluarga besar Dewan Dakwah Langsa dan Dewan Dakwah Aceh yang selama ini menjadi tempat pengabdiannya setelah di IAIN Langsa.

“Alhamdulillah, semoga capaian ini memberi manfaat untuk lembaga dan masyarakat,” kata Iskandar Budiman.

Iskandar Budiman lahir 16 Juni 1965 di Peureulak, Aceh Timur. Meraih gelar master di Internasional Islamic University Malaysia (IIUM), Malaysia bidang Hukum Perjanjian/Perikatan Kerja (1994) dan gelar Doktor di University Kebangsaan Malaysia (UKM) Malaysia, bidang Hukum Ekonomi Syariah/Fiqih Muamalah (2001).

Syariat Islam Berjalan Secara Kaffah, Prof Muhammad AR Minta Pj Walikota Banda Aceh Alokasikan Dana yang Cukup

Banda Aceh — Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq, SE MSi diminta untuk mengalokasikan dana yang cukup untuk penegakan syariat Islam yang kaffah di Kota Banda Aceh. Selama ini terkesan dana untuk penegakan Syariat Islam tersebut masih belum memadai, malah ada yang tidak dialokasikan seperti untuk operasi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Prof Dr Muhammad AR MEd kepada Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq, SE MSi saat ngopi bersama di Solong Coffe Ulee Kareng usai shalat subuh berjamaah, Senin (25/07/2022).

Ikut hadir juga Sekretaris Umum Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar SE MSi, Ketua Umum Fokusgampi Banda Aceh, Muhammad Rafsanjani, S.Sos dan jamaah lainnya.

Tadi subuh Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq, menunaikan shalat subuh berjamaah di Masjid Baitussalihin, Ulee Kareng Banda Aceh, sekaligus menyampaikan tausiah singkat.

“Jika Syariat Islam ingin ditegakkan di Kota Banda Aceh, maka alokasikan dana yang cukup kepada dinas terkait. Selanjutnya aktifkan peran WH dan Satpol PP,” kata Prof Muhamammad AR.

Prof Muhammad AR menambahkan pemda juga diminta untuk lebih intensif lagi melakukan operasi di tempat-tempat yang kerap menimbulkan maksiat, seperti tempat wisata, cafe-cafe dan tempat-tempat yang mencurigakan lainnya di Kota Banda Aceh.

“Tentunya pelaksanaan syariat Islam ini harus di dukung oleh semua pihak. Tak terkecuali TNI dan Polri, keduanya juga harus membackup pelaksanaan syariat Islam itu,” ujar Prof Muhammad AR.

Dalam kesempatan tersebut Prof Muhammad AR mengatakan Dewan Dakwah Aceh merupakan salah satu ormas Islam yang konsen dan serius dalam urusan Syariat Islam di Aceh.

“Insha Allah Dewan Dakwah Aceh siap membantu dan mengawal agar syariat Islam berjalan secara kaffah,” ujar Prof Muhammad AR.

Sementara itu lanjut Prof Muhammad AR, Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq, SE MSi dalam tausiahnya mengatakan akan menjalankan syariat Islam secara humanis di Kota Banda Aceh, karena Banda Aceh merupakan pintu masuk ke Aceh sebagai Serambi Mekkah. Jika Banda Aceh benar-benar dapat memperlihatkan contoh yang baik dalam pelaksanaan syariat Islam, mungkin daerah lainpun akan menirunya.

Sebagai Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq akan mengutamakan empat hal, yaitu pertama pelaksanaan syariat Islam yang rahmatan lil alamin, kedua kebersihan kota Banda Aceh, ketiga akan membayar gaji keuchik sebelum keringatnya kering dan menangani air bersih agar lancar serta keempat, menuntaskan infrastruktur yang masih terbengkalai.

Prof Muhammad menambahkan Pj Walikota tersebut direncanakan akan mengunjungi 105 masjid yang ada di kota Banda Aceh khususnya diwaktu shalat subuh, agar semua masjid dan meunasah hidup shalat lima waktu.

“Mudah mudahan dalam waktu yang singkat ini kita mohon kepada Allah agar memberinya kesehatan yang prima untuk menjalankan roda pemerintahan di Kota Banda Aceh dengan memperhatikan benar-benar syariat Islam agar tegak dan terlaksana secara kaffah yang bermula di kota tercinta ini,” pungkas Prof Muhammad AR.

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk Muallaf dan Keluarga Kurang Mampu

Dewan Dakwah Aceh menyalurkan daging kurban kepada 170 penerima yang terdiri atas muallaf, keluarga kurang mampu, mahasiswa Akademi Dakwah Aceh dan masyarakat umum lainnya.

Penyaluran tersebut dipusatkan di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Senin (11/07/2021).

Koordinator pelaksana Tgk Suwardi mengatakan pada Idul Adha 1443 H ini Dewan Dakwah Aceh menyembelih lima hewan kurban, yaitu tiga ekor sapi dan dua ekor kambing. Hewan-hewan kurban tersebut bersumber dari donasi para Pengurus Dewan Dakwah Aceh, para simpatisan, mitra kerja dan donatur Dewan Dakwah lainnya.

“Dalam pelaksanaannya satu ekor sapi diserahkan kepada masyarakat Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Sedangkan sisanya dua ekor sapi dan dua ekor kambing disembelih di Markaz Dewan Dakwah Aceh,” kata Tgk Suwardi.

Sementara itu Sekretaris Umum Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar Tijue SE, M.Si mengucapkan banyak terima kasih kepada Keluarga Besar Travel Fatimah Zahra di Semarang, pengurus Dewan dakwsah Aceh, shahibul kurban dan para donatur lainnya atas terlaksananya kegiatan kurban pada tahun ini.

Ia berharap kegiatan serupa akan tetap terlaksana pada tahun mendatang dan dapat dijadikan kalender rutin Dewan Dakwah Aceh. Selain itu hewan kurban yang dikumpulkan juga bisa terus meningkat.

“Atas nama lembaga kami sangat apresiasi dan mengucapakan ribuan terima kasih dimana semangat masyarakat untuk berkurban masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa empati dan kepedulian untuk membantu sesama masih terbina dan terjaga dengan baik,” kata Zulfikar.

Zulfikar menjelaskan, selain meneladani sifat Nabi Ibrahim, banyak keistimewaan berkurban lainnya, apalagi di tengah kondisi seperti sekarang ini. Pada masa ini, sebagian besar orang mengalami kesulitan secara ekonomi.

Selain itu harga daging dipasaran cenderung masih mahal. Akibatnya sebagian besar masyarakat yang ekonominya golongan menengah ke bawah mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi daging.

“Diharapkan dengan daging kurban yang dibagikan ini walaupun tidak banyak, setidaknya akan membantu mareka untuk tetap bisa menikmati daging bersama keluarga tercinta dirumahnya. Selain itu banyak manfaatnya juga mengkonsumsi daging untuk kesehatan kita,” kata Zulfikar.

“Semoga kiprah Dewan Dakwah Aceh dalam membantu masyarakat terutama di daerah pedalaman dan perbatasan Aceh dapat terus berjalan dan terlaksana sesuai dengan harapan apalagi di masa sulit seperti. Semoga dimudahkan semuanya,”pungkas Zulfikar.

Kegiatan diakhiri makan siang bersama dengan menu khusus kuah beulangong.

Dewan Dakwah Aceh Serahkan Sapi Kurban untuk Masyarakat Rumpet

Banda Aceh — Dewan Dakwah Aceh menyerahkan sapi kurban kepada Masyarakat Rumpet, Kecamatan Kreung Barona Jaya di meunasah gampong tersebut, Sabtu (9/7/2022) sore.

Sapi kurban tersebut diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Prof Dr Tgk Muhammad AR, MEd yang diwakili oleh Sekretaris Umum, Zulfikar Tijue SE MSi dan diterima langsung oleh Keuchik Rumpet, Darussamin. Turut disaksikan oleh Sekretaris gampong, Muhammad Salihin, Kepala Dusun Sejahtera, Muchlis dan Ketua Panitia, Suwardi.

Zulfikar mengatakan, bahwa penyerahan hewan kurban ini telah rutin dilaksanakan pada setiap tahunnya untuk masyarakat Rumpet. Gampong tersebut merupakan tempat markaz Dewan Dakwah Aceh berdomisili dan juga lembaga pendidikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh serta PAUD Muslimah Dewan Dakwah Aceh.

“Setiap tahunnya Dewan Dakwah Aceh selalu menyerahan hewan kurban tersebut. Selain dalam rangka menyemarakkan Idul Adha tahun ini juga agar rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang sudah terbina selama ini terus terjaga,” katanya.

Ia menjelaskan pada tahun ini Dewan Dakwah Aceh akan berkurban sebanyak tiga ekor sapi dan dua ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari donasi para pengurus dan masyarakat umum lainnya.

“Sisanya dua ekor sapi dan dua ekor kambing akan kita sembelih di Markas Dewan Dakwah Aceh. Dagingnya akan kita salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan untuk shahibul kurban serta para pengurus,” kata Zulfikar.

Sementara itu Keuchik Rumpet, Darussamin mengatakan bahwa Dewan Dakwah Aceh setiap saat hadir dan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat Rumpet yang berada di sekitar Markaz Dewan Dakwah Aceh.

“Tidak hanya hewan kurban, bantuan lainnya juga sering disalurkan kepada masyarakat,” katanya.

Keuchik Durasmin atas nama masyarakat setempat mengucapkan terima kasih semoga Dewan Dakwah Aceh terus diberikan kemudahan dalam menjalankan dakwahnya dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dewan Da’wah Kota Langsa Gelar Islamic Student Camp (ISC) bagi Pelajar Se- Kota Langsa dan Aceh Tamiang

Dalam rangka membentuk pribadi muslim yang tangguh pada siswa SMP/SMA Se- Kota Langsa dan Aceh Tamiang Dewan Da’wah Kota Langsa mengadakan kegiatan Islamic Student Camp (ISC) pada Senin s/d Rabu (27-29Juni 2022).

Kegiatan Islamic Student Camp (ISC) dipusatkan di Dayah Nurul Hikam Alwaliyah (NUHA) gampong Sukarejo Kecamatan Langsa Timur. Agenda ISC yang bertema kan “The Youth of Today are The Leaders of Tomorrow” ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Dewan Da’wah Kota Langsa Afrizal Refo, MA.

Acara yang digagas Dewan Da’wah Kota Langsa bertujuan agar pemuda Islam dapat memanfaatkan liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat dan hiburan positif untuk memperdalam pengetahuan agama, kemandirian dan memperkuat silaturahmi diantara pelajar se-Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Yang terpenting adalah bahwa acara Islamic Student Camp (ISC) mampu mengelorakan semangat muda pelajar agar menghindari perilaku-perilaku yang merusak di era kids zaman now. Seperti permasalahan remaja yang marak kekinian diantaranya adalah perkelahian pelajar, narkoba, pergaulan bebas, game Online dan LGBT.

Ketua Panitia Muhammad Ihsan M.Ag menyampaikan bahwa Acara Islamic Student Camp (ISC) adalah acara yang bermanfaat bagi pelajar di Kota Langsa maupun Kabupaten Aceh Tamiang. Di sini mereka dibekali dengan berbagai materi seperti Tadabbur Al-Qur’an, Power of Mindset, Manajemen Diri, Caracter Building, Leadership, Disiplin dan kekompakan dalam berorganisasi serta Manajemen waktu.

Hal ini mempunyai tujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang berkarakter dengan mental yang kuat. Sehingga akan tercipta pemimpin-pemimpin yang unggul yang nantinya akan menerima tongkat estafet kepemimpinan berikutnya, Pungkas Ihsan.

Sementara itu sekretaris Panitia Muhammad Fauzi, M.Pd juga menyampaikan bahwa acara Islamic Student Camp (ISC) ini memakai konsep kajian keIslaman yang dikemas dengan camp. Acara tersebut berada di Kompleks Dayah Nurul Hikam Alwaliyah (NUHA), Langsa dengan suasana yang sejuk disertai udara yang segar.

“Ini adalah konsep yang menarik bagi pelajar. Selain di Dayah Nurul Hikam Alwaliyah Mereka juga diajak bertafakur alam ke Laut dan dibekali ilmu Leadership diatas Kapal Perahu menuju gampong Pusong Langsa . Selain itu juga diisi dengan outbound yang menarik,” ujarnya.

Sekretaris Dewan Da’wah Kota Langsa Afrizal Refo, MA Dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan Islamic Student Camp (ISC) merupakan salah satu cara untuk mewujudkan pribadi seorang muslim yang kuat yang tangguh bukan hanya secara keilmuan namun juga mental spiritual.

Dalam amanatnya Afrizal Refo menyampaikan pesan bahwa kegiatan Islamic Student Camp yang merupakan binaan Dewan Da’wah Kota Langsa ini dapat terus dilaksanakan pada setiap tahunnya, sehingga dapat menjadi wadah penempaan mental siswa, karena didalamnya bukan hanya diadakan kegiatan kerohanian, tidak hanya belajar memperdalam ilmu agama dan membaca Al Quran, tetapi Islamic Student Camp juga dapat membentuk jasmani dan rohani yang kuat sebagai pribadi seorang muslim.

Kedepan diharapkan, Islamic Student Camp menjadi contoh kegiatan positif untuk pemuda, terkhusus pelajar yang ada di kota Langsa, selain itu kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan prestasi-prestasi dibidang keagamaan baik ditingkat daerah maupun secara Nasional, ujarnya.

Pimpinan Dayah Nurul Hikam Alwaliyah (NUHA), Dr. Sulaiman Ismail, MA memberikan apresiasi acara Islamic Student Camp yang mampu menjaring dan melibatkan pelajar di Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Menurutnya, acara ini merupakan kegiatan positif yang harus terus dilanjutkan tiap tahun. Apalagi saat ini, katanya, tantangan dan problematika remaja semakin meningkat dan variatif. Karenanya dibutuhkan sebuah kegiatan yang mampu membimbing hati pelajar menuju pengetahuan dan aktivitas yang positif.

“Kami sebagai orang tua mendukung acara yang bernilai positif dan mendidik. Apalagi liburan sekolah ini merupakan momentum yang baik untuk mengisi kegiatan pelajar dan mahasiswa. Intinya kami mendukung 100 persen,” tutur Abi Sulis.

Sementara itu Ketua Dewan Da’wah Kota Langsa Dr. Iskandar Budiman, MCL, mengaku, senang dengan antusias pelajar yang menjadi peserta Islamic Camp. Ia berharap acara tersebut akan mempu menyerap nilai-nilai positif bagi peserta agar bisa berakhlak mulia, berpengetahuan luas dan mampu menjadi agen perubahan bangsa dan Islam.

“Acara ini, jelasnya, nanti akan terus digagas tiap tahun dan nantinya akan terus melibatkan para pemuda yang menggarap konsep dan ide Islamic Student Camp. Kegiatan Islamic Student Camp selain memakai konsep camping, outbound, wisata ke Laut dan juga materi keIslaman, Pungkas Iskandar.”

DEWAN DA’WAH KOTA LANGSA MENGGELAR PENGOBATAN TERAPI TOPUNG

Dewan Dakwah Kota Langsa menggelar pengobatan medis dengan Terapi Totok Punggung (Topung) untuk masyarakat Kota Langsa, di Komplek Dayah Nurul Hikam Alwaliyyah (NUHA) di Gampong Sukarejo, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Minggu (19/6/2022).

Kegiatan pengobatan medis dengan Terapi topung ini diikuti oleh 20 orang yang sebagian besarnya berasal dari Kota Langsa dan juga masyarakat umum yang berdomisili Aceh Tamiang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus Dewan Dakwah Kota Langsa dan Majelis Syura Dewan Da’wah Kota Langsa, Dosen IAIN Langsa, Pegawai Pemko Langsa dan masyarakat lainnya.

Sekretaris Dewan Da’wah Kota Langsa, Afrizal Refo, MA mengatakan kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan Dayah Nurul Hikam Alwaliyyah (NUHA) yang merupakan wujud kepedulian dan kontribusi Dewan Da’wah Kota Langsa dalam menangani berbagai permasalahan umat termasuk bidang kesehatan.

Diketahui, Topung akhir-akhir ini sering dibicarakan sebagai pengobatan alternatif, yang diyakini dapat menyembuhkan segala penyakit.

“Metode Topung ini bisa menjadi sarana dakwah, menolong orang, hingga banyak manfaat lainnya,” terang Afrizal Refo

Warga yang menerima pengobatan medis terapi topung itu untuk mengobati berbagai penyakit medis antara lain asam lambung, jantung, saraf kejepit, diabetes melitus, stroke, sesak nafas, hipertensi, asam urat, sakit pinggang, prostat dll.

“Kami berharap warga yang berobat itu dapat menjaga kesehatan, mengatur pola makan dan tetap berperilaku hidup sehat,” Harap Afrizal Refo.

Sementara itu, pemateri yang berasal dari Kota Lhokseumawe yang juga Trainer Nasional Topung Wilayah Aceh, Ustad Faisal mengatakan, terapi Topung sudah mulai dikembangkan di seluruh Aceh termasuk kota Langsa. Dengan pelatihan ini diharapkan setiap orang bisa menjalankan pengobatan dengan metode Topung.

“Minimal Topung bisa diterapkan di lingkungan keluarga sendiri. Kita juga bisa membantu pengobatan teman, tetangga, maupun lingkungan sekitar. Topung juga sudah mulai diakui oleh kalangan medis,” ujarnya.

Ustad Faisal menegaskan, bahwa setiap penyakit sudah pasti ada obatnya. Begitupun Topung bisa menjadi obat dari segala penyakit, tentunya atas izin Allah SWT.

Sementara itu Zulfadhli yang berumur 44 tahun sebagai pasien yang pernah di rawat di beberapa rumah sakit karena penyakitnya yang sudah 10 tahun belum kunjung sembuh menyampaikan sangat berterima kasih sekali kepada Dewan Da’wah Kota Langsa yang sudah memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan alternatif medis dengan terapi topung kepada masyarakat.

“Alhamdulillah setelah mengikuti terapi topung ini badan saya terasa ringan dan nafas saya semakin mudah serta jalan saya tidak cepat lelah, mudah-mudahan bisa sehat kembali insya Allah, tegas Zulfadhli

“Semoga kegiatan ini terus rutin diadakan tiap bulannya sehingga kami merasa terbantu terutama dalam segi kesehatan,” pungkasnya.

Muhammad Mukhlis juga salah satu warga kota Langsa yang mengikuti pengobatan medis ini sangat antusias dengan kegiatan terapi topung dan berharap selepas Hari Raya Idul Adha tahun 2022 ini agar dibuat pelatihan topung dan baksos pengobatan Topung ini oleh Dewan Da’wah Kota Langsa, insya Allah, pungkasnya.

Sementara itu Ketua Majelis Syura Dewan Da’wah Kota Langsa, juga pimpinan Dayah Nurul Hikam Alwaliyyah Dr. Sulaiman Ismail, MA menambahkan kegiatan pengobatan medis terapi topung tersebut merupakan salah satu program dari Dewan Dakwah Kota Langsa dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini dengan sukses di Dayah Nurul Hikam Alwaliyyah.

“Dewan Dakwah Kota Langsa saat ini telah melakukan berbagai program keummatan untuk masyarakat. Dan seperti itulah seharusnya yang dilakukan oleh semua ormas. Sehingga dengan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan memupuk ukhuwah dan terbinanya silaturrahmi dengan sesama sehingga kebersamaan yang terus terjaga,” kata Dr. Sulaiman Ismail, MA.(*)

Ketua Dewan Dakwah Aceh Raih Gelar Profesor

Banda Aceh, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Aceh, Dr. Muhammad, M.Ed mendapatkan pangkat guru besar atau gelar Profesor.

Hal itu berdasarkan surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia, Nomor 020903/B.II/3/2022 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.

Dalam surat keputusan tersebut disebutkan, terhitung mulai 1 April 2022, Dr. Muhammad, M.Ed dinaikkan jabatannya menjadi profesor / guru besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Islam.

Untuk diketahui, Dr. Muhammad, M.Ed merupakan akademisi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, dengan Pangkat, Golongan Ruang dan TMT Pembina Utama Muda / IV/c/1 April 2016, dan jabatan Lektor Kepala.

Dewan Dakwah Langsa dan Lhokseumawe Gelar Pertemuan, Ini Yang Dibahas

Lhokseumawe — Pengurus Dewan Da’wah Kota Langsa melakukan kunjungan silaturahmi dengan Dewan Da’wah Kota Lhokseumawe, pertemuan tersebut berlangsung di Jln. Darussalam, Banda Sakti, Lhokseumawe, Jum’at (27/5/2022).

Kunjungan dan silaturrahmi yang dihadiri oleh Sekretaris Umum Dewan Da’wah Kota Langsa, Afrizal Refo, MA didampingi Bidang IT Muhammad Fauzi, M.Pd, ini disambut langsung oleh Ketua Dewan Da’wah Kota Lhokseumawe, Lailan Fajri Saidina, dan Ustadz Faisal selaku Sekretaris Dewan Da’wah Kota Lhokseumawe.

Silaturrahmi dan diskusi ini berlangsung dengan penuh kekeluargaan, kehangatan dan menghasilkan kesepakatan bersama dalam membangun dakwah di kedua kota tersebut.

Dalam kesempatan itu Afrizal Refo, MA mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi serta berdiskusi tentang persoalan-persoalan kegiatan pendidikan, da’wah dan Persoalan umat pasca Covid-19 di kedua Kota.

“Dewan Da’wah Kota Langsa sangat berkomitmen untuk terus membangun Dakwah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan religius serta mengajak semua pihak yang peduli terhadap keselamatan umat untuk selalu bersinergi dan bahu-membahu dalam mengatasi persoalan umat Islam yang sedang dihadapi saat ini,” ujar Refo

Lailan Fajri Saidina dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar Kedangkalan pemahaman beragama harus menjadi perhatian para pemimpin.

“Kita berharap agar pelaksanaan ajaran agama tidak hanya formalitas, akan tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sehari-hari,” kata lailan

Adapun hasil pertemuan tersebut dirumuskan bahwa yaitu pertama pentingnya memahami peta da’wah di Kota Langsa maupun Kota Lhokseumawe sebagai bahan kebijakan Pemerintah Kota sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Berikutnya, Merespon tantangan kehidupan merupakan akibat dari pengaruh perubahan keadaan global seperti pandemi Covid-19, perubahaan iklim dan juga kemajuan teknologi.

Kedua, pentingnya pelaksanaan ajaran agama tidak hanya menjadi formalitas.

Ketiga, adanya seminar parenting bagi keluarga Islam dalam membimbing keluarganya sehingga syariat Islam dapat dipahami oleh seluruh anggota keluarga.

Keempat, diadakannya pengobatan Topung bagi masyarakat dalam mengobati berbagai penyakit sebagai upaya untuk menangani mistis dilingkungan masyarakat dalam pengobatan.

Di akhir pertemuan, Sekretaris umum Kota Lhokseumawe Ustaz Faisal menambahkan kunjungan ini merupakan bahan evaluasi kerja ke depan bagi kedua pengurus daerah untuk dapat memaksimalkan peran Dewan Dakwah di setiap kabupaten/kota agar mampu memanfaatkan potensi yang ada guna meningkatkan pemahaman ajaran agama bagi umat Islam.

“Kami berterimakasih atas silaturrahmi dan kunjungan dari Dewan Da’wah Kota Langsa, semoga kita bisa bergandengan tangan dalam membangun masyarakat dengan semangat Islam Rahmatan Lil Alamin,” pungkas Faisal.

Waka Pemuda Dewan Da’wah Langsa Resmi Menikah di Masjid Agung Darusshalihin Idi Rayeuk

Idi Rayeuk — Wakil Ketua Pemuda Dewan Da’wah Kota Langsa, Muhammad Ihsan M.Ag resmi melangsungkan akad nikah dengan Nuzul Rahmani, SE di Masjid Agung Darusshalihin, Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Jawa, Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Jum’at (20/5/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pernikahan Muhammad Ihsan yang merupakan anak ke-2 dari Dr. Sulaiman Ismail, MA atau lebih akrab dipanggil Abi Sulis dihadiri oleh puluhan kerabat yang berasal dari berbagai Ormas dan OKP Islam dan juga alumni MUQ Bustanul Ulum Langsa diantaranya Dr. Indis Ferizal, MH Ketua PDD Langsa, Asrul, MA Ketua PDD Atim, Habib Fahmi Assegaf Majelis Anwarul Habib, Bang Jaswin, Afrizal Refo, MA Sekretaris Dewan Da’wah Kota Langsa dan pengurus Dewan Da’wah lainnya.

Sekretaris Dewan Dakwah Kota Langsa, Afrizal Refo, MA menasehati para pemuda Dewan Da’wah Kota Langsa yang belum menikah agar mempersiapkan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah sebaik mungkin.

“Seseorang hendaknya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya, baik ibadah fardhu maupun sunnah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Insya Allah, dengan peningkatan ibadah ini Allah Swt akan memberikan kekuatan dan mempermudah segala urusan hambanya yang ingin segera menikah,” ujarnya.

Kemudian beliau melanjutkan persiapan selanjutnya yang harus dipersiapkan oleh seseorang yang ingin menikah adalah istiqomah dalam doa dan tawakal dalam berusaha.

“Rizki, takdir, maut, dan juga jodoh, itu semua berada dalam genggaman Allah swt, tidak akan ada yang mampu merubahnya kecuali Dia. Sebagai manusia yang diwajibkan hanyalah berusaha dan berdoa dengan sebaik-baiknya. Kemudian bertakwakallah kepada-Nya, serahkan dan percayakan segala keputusan finalnya hanya kepada-Nya. Janganlah pesimis dan berburuk sangka kepada Allah, karena Allah akan mengikuti persangkaan hamba-Nya,” katanya lagi.

Kemudian poin penting bagi kita yang ingin menikah adalah dengan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Sebaik-baik pernikahan adalah pernikahan yang dilandasi dengan nilai-nilai iman dan takwa. Persiapkan diri dan teruslah bekali diri dengan ilmu dan agama, terutama ilmu agama yang berkaitan dengan masalah kerumah tanggaan.

Selain itu, baik seorang calon pengantin laki-laki dan perempuan juga harus membekali dirinya dengan keterampilan berumah tangga dengan Baik.

“Baik calon suami maupun istri adalah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang suami yang shaleh dan isteri shalihah yang taat beragama dan senantiasa menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah,” demikian ungkap Refo.

Pernikahan merupakan perwujudan dari arti cinta yang sesungguhnya antara dua insan yang saling mencintai (lelaki & wanita). Ikatan suci ini adalah impian dan kebahagiaan sepasang insan yang merindukan cinta dan kasih sayang dari seseorang yang diharapkan akan menjadi pendamping hidupnya dimasa depan.

Setiap insan berhak dan lumrah untuk merasakan kerinduan semacam itu. Meskipun tak terungkap secara lisan, penantian dan impian untuk menggapai sebuah mahligai pernikahan adalah puncak sebuah kebahagiaan dan kerinduan dari sepasang insan yang saling mencintai.

Tujuan menikah dalam Islam memiliki arti begitu dalam bagi Allah SWT dan Nabi-Nya. Selain menciptakan generasi yang shaleh/shalehah, Allah menyampaikan berbagai berkah di balik pernikahan. Meski aktivitas bersama pasangan halal itu dianggap sederhana, namun bernilai pahala dan sedekah.

Sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan dua hati dan menyangkut suatu kesatuan yang luhur dalam berumah tangga saja. Melainkan ada tujuan menikah dalam Islam yang seharusnya dipahami orang muslim.

Sebuah kebahagiaan akan diperoleh oleh dua insan, baik di dunia maupun di akhirat. Ikatan suci pernikahan menjamin keharmonisan, kebahagiaan dan ketentraman, selama memegang teguh Islam bersama. Apalagi ditambah dengan mengikuti suri tauladan Nabi Muhammad SAW bersama istrinya