Archive for category: Berita Nasional

Suami Istri Asal Binjai Lafazkan Syahadat di Markaz Dewan Dakwah Aceh

Rumpet, — Sepasang suami istri asal Binjai, Sumatera Utara atas nama Sige Franuska (36) dan istrinya Rini Karela Bru Sembiring (36) dengan kesadaran sendiri melafazkan dua kalimat syahadat di Masjid Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (25/8/2021).

Pensyahadatan keduanya dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA. Hadir sebagai saksi, Sekretaris Umum Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar Tijue SE MSi dan Ketua Forum Dakwah Perbatasan dr Nurkhalis,SpJP, FIHA, FasCC.

Baca Juga: Ketua dan Anggota MUI/MPU Bebas Dari Unsur Partai, Ormas dan ASN
Prosesi itu turut disaksikan sejumlah pengurus Dewan Dakwah Aceh dan mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh.

Suami istri ini telah dikaruniai 3 orang anak dan sebelumnya beragama Kristen. Selama ini mareka berdomisili di Kota Subulussalam. Setelah menjadi muslim, Sige Franuska diubah namanya menjadi Muslim dan istrinya Rini Karela Bru Sembiring diubah namanya menjadi Siti Aisyah.

Sekretaris Umum Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar Tijue SE MSi berharap Mukhlis beserta keluarganya dapat istiqamah dan bersabar karena cobaan pasti akan datang. Pihaknya akan membimbing untuk belajar agama Islam lebih baik.

“Alhamdulillah, sekarang kita sudah saudara seagama dan sekeyakinan. Apa pun yang terjadi, jangan pernah lagi menukar agama. Jika nanti ada masalah, Insya Allah akan kita selesaikan bersama,” katanya.

Ia menambahkan dalam waktu dua minggu ke depan Mukhlis dan keluarganya akan tinggal di Markaz Dewan Dakwah Aceh untuk mempelajari kembali ketentuan-ketentuan yang sudah digariskan dalam Islam. Diantaranya adalah persoalan aqidah, syariah dan akhlaq. Karena itu semua menjadi petunjuk dalam hidup dan kehidupan ini.

“Dengan demikian kehidupan kita akan terarah dan Insha Allah akan bahagia di dunia dan akhirat serta akan masuk syurga. Semoga usaha kita ini dimudahkan,” tutup Zulfikar.

Dr. Muhammad AR Diangkat Sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh

BANDA ACEH – Dr Muhammad AR MEd MA terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh periode 2020-2025 menggantikan Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA. Direktur Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh itu terpilih dalam musyawarah wilayah (muswil) ke V di markaz lembaga tersebut, Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (22/11/2020).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus daerah dan pengurus wilayah lembaga itu di buka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat, Ustaz H Adian Husaini MSi PhD, Minggu (22/11/2020) pagi.

Pimpinan sidang muswil Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar Tijue didampingi sekretaris sidang, Enzustinianus mengatakan pengambilan keputusan dalam muswil tersebut dilakukan dengan musyawarah.

Dalam pemilihan ketua umum, masing-masing peserta muswil memilih lima orang formatur dengan cara menulis tiga nama di kertas. Nama dengan jumlah pemilih terbanyak menjadi ketua dan merangkap anggota formatur.

Adapun tim formatur yang terpilih yaitu DrMuhammad Ar MEd, Zulfikar SE, Enzustinianus SH MHum, Dr Abizal Muhammad Yati Lc MA dan Rahmadon Tosari MA PhD.

Zulfikar menjelaskan kelima anggota formatur ini mempunyai tugas untuk memilih salah seorang diantaranya sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh periode 2020-2025 dengan cara musyawarah.

“Setelah bermusyawarah, para anggota formatur menetapkan Dr Muhammad AR MEd sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh periode 2020-2025,” Kata Zulfikar.

Sebelumnya Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat, Ustaz H Adian Husaini dalam sambutan pembukaan muswil meminta Dewan Dakwah Aceh menjadi contoh dan teladan bagi dewan dakwah lainnya.

Ia juga meminta kedepannya Dewan Dakwah Aceh dapat menggarap kampus agar lebih islami, menggarap pondok pesantren dan menggarap masjid sebagai pusat pengkaderan dai.

“Dewan Dakwah Aceh harus menjadi lebih baik lagi agar misi dakwah seperti yang dicita-citakn oleh Pendiri Dewan Dakwah yaitu Allahuyarham Mohammad Natsir dapat terwujud demi kemaslahatan ummat,” demikian pesan Ustaz Adian Husaini.(mas)

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Muhammad AR Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, https://aceh.tribunnews.com/2020/11/23/muhammad-ar-ketua-umum-dewan-dakwah-aceh.

 

Bunda Neno : Hari Ini Merupakan Sejarah

Haflah Idhul Fitri 1439H di Dewan Dakwah pada Sabtu, 14 Juli 2018, bertempat di Aula Masjid Al Furqan Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, banyak di hadiri tokoh-tokoh nasional dan petinggi partai politik. Tokoh umat yang hadir antara lain Drs. Muhammad Siddik, MA Ketua Umum DDII selaku tuan rumah, HM. Amien Rais, Prabowo Subianto, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, Ir. Marwan Batubara, M.Sc, Fuad Bawazier, Presiden PKS M. Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, aktivis sosial Neno Warisman, dan juga Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Pada kesempatan spesial tersebut, tokoh aktivis wanita yang juga merupakan anggota Presidium Relawan Nasional #2019GantiPresiden, Neno Warisman yang akrab dipanggil Bunda Neno ini didaulat untuk menjadi salah satu tokoh yang memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Bunda Neno menyampaikan bahwa; yang pertama, pertemuan para tokoh nasional hari ini adalah merupakan sejarah dalam mempersiapkan pergantian kepemimpinan nasional. Dan DDII bagian dari sejerah itu. Sebab disini akan dimulai dan disini akan di siapkan sosok seperti apa pemimpin nasional yang dibutuhkan NKRI.

“Kedua, saya termasuk orang yang tidak menyetujui Pak Anies untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019 nanti, karena Pak Anies masih sangat dibutuhkan warga Jakarta. Untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang berperadaban mulia, karena rasanya Pak Anies lah yang mampu untuk mewujudkannya”. Ungkap Bunda Neno.

“Ketiga, perlunya keikhlasan PKS untuk mengalah demi kepentingan yang lebih besar dan mengajak partai-partai lainnya untuk mengalah, saling memaafkan, dan saling rujuk kembali, serta siap bersatu dan sama-sama mengatakan kami siap mengusung capres dan cawapres, dan mewujudkan 2019 ganti presiden”. Lanjut Bunda Neno.

Tak sampai disitu, Bunda Neno pun juga berharap kebesaran jiwa para elit dan pimpinan PKS, partai yang telah mendorong 9 kandidat yang hebat untuk maju di Pilpres 2019 nanti. Bunda Neno sangat barharap bahwa dalam hal ini jika PKS harus mengalah, maka percayalah dengan mengalah tentu saja akan lebih bertambah besar dan mulia.

Sebelum mengakhiri sambutan, dengan penuh perasaan Bunda Neno kembali meningatkan dan juga meminta kepada seluruh umat agar memberikan kesempatan kepada pak Anies Baswedan untuk membangun Jakarta menjadi kota bak mutu manikam dengan peradaban paling mulia di dunia. Jangan ambil Pak Anies Baswedan dari Jakarta.

Terakhir Bunda Neno dengan semangat mengangkat tangannya yang memakai gelang kebesaran Ganti Presiden dan berseru lantang diikuti oleh hadirin, yakni; #2019 GANTIPRESIDEN!!

Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah tokoh wanita yang aktif di bidang sosial ini. Tanda apresiasi hadirin atas keberanian Bunda Neno mengatakan apa adanya dalam rangka menasehati para tokoh nasional dan petinggi partai politik, dan juga kepada Gubernur DKI Jakarta.

Teror Menimpa Wakil Ketua Dewan Dakwah Jabar

Teror kembali menimpa ulama di Jawa Barat. Kali ini dialami oleh Wakil Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Barat Ustadz Roinulbalad. Pada hari Jumat (16/2/2018) kantor Dewan Dakwah Jabar di Jalan Pungkur No. 151 Kota Bandung ditempeli beberapa selebaran berisi ancaman pembunuhan kepada Ustadz Roin. Ditemukan 5 selebaran berukuran kertas A4 yang ditempelkan di kaca depan kantor Dewan Dakwah, kaca Masjid Al Jihad, mobil ambulan milik Dewan Dakwah Jabar, dan di rumah warga sekitar.
Dalam selebaran tersebut yang memuat gambar Ustadz Roin memakai batik merah itu tertulis, “M. ROINUL BALAD, S.Sos Pendamai – konseptor intoleransi – Sang Sekjen DDI Jabar – Konspirasi Kristen, Syiah dan Ahmadiyah dalam memurtadkan Ummat Islam Jawa Barat – DIHORMATI atau DIMUSNAHKAN saja!!! demi NKRI,”
“Hari jumat pagi masuk WA ke kami ada kabar bahwa ditemukan selebaran yang ditempel di masjid dan di rumah-rumah,” kata Ustadz Roin dalam siaran pers di Kantor DDII Jabar Jl. Pungkur No. 151 Kota Bandung, Senin (19/2/2018).
Menurut Ustadz Roin, penempelan selebaran tersebut diperkirakan dilakukan pada Jumat (16/2/2018) dini hari.Menyikapi kejadian tersebut, Ustadz Roin bersama sejumlah pengacara melapor ke Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat.
Sejak beredar selebaran itu, sejumlah ormas Islam di Jawa Barat menganjurkan penjagaan di rumah Ustadz Roin. “Jadi penjagaan dilakukan dirumah mulai jam 2 sampai jam 6 pagi. Karena dari beberapa kejadian
rentetan waktunya antara itu,” jelas Ustadz Roin.
Ustadz Roin menambahkan, pada awalnya ia tidak terlalu merespon selebaran tersebut. Sebab, ia pernah beberapa kali menerima selebaran yang memojokan dirinya tapi hanya berisi fitnah-fitnah. “Kalau yang ini memang terus terang saya agak terpengaruh, karena ini bahasanya dimusnahkan, ada ancaman disitu,” tuturnya.
“Dalam pertemuan ini, kita ingin menyampaikan pesan bahwa hari ini bisa jadi ancaman itu ke saya, besok lusa bisa jadi ke ustad lain,” pungkasnya.
Ustadz Roin memang dikenal sebagai ulama yang tegas dengan isu pemurtadan dan Syiah di Jawa Barat khususnya di Bandung. Tercatat, beberapa kali ia yang juga ketua Pembela Ahlus Sunnah (PAS) itu berhasil menggagalkan kegiatan-kegiatan Syiah di Kota Bandung.
Sumber : JurnalIslam.com

Iin SUpardi Kembali Nahkodai Dewan Da'wah Abdya

Musyawarah Daerah Dewan Da’wah kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2017 yang digelar pada tanggal 20 s/d 21 Mei 2017 di Aula Khana Pakat (Gues House) Blangpidie ditutup dengan penetapan Iin Supardi, S.S,M.E.I sebagai Ketua Umum periode 2017-2020.

Proses Musyda ke – IV ini berjalan dengan baik yang dipimpin oleh Ir. Zuhardi dan melahirkan program – program untuk pengurus masa yang akan datang. Said Azhar, S.Ag selaku Sekretaris Umum Dewan Da’wah Aceh, dalam penutupan musyda menyampaikan, “Dewan Da’wah di Abdya mengalami perkembangan cukup baik, kami berharap pengurus yang terpilih dapat melaksanakan program kedepan dengan maksimal, secara organisasi kita harus sinergi antar Daerah, Provinsi dan Pusat sehingga upaya da’wah kepada ummat terintegrasi dengan baik,” Senin,
(22/5).

Ia juga menambahkan, untuk kedepan Dewan Da’wah terus melakukan komunikasi dan kerjasama Internasional sebagai gerakan bersama dalam menghadapi pemurtadan, liberalisme dan sekularisme serta penguatan gerakan Islam.” imbuhnya

Musyda ke – IV yang berlangsung selama dua hari ini, melahirkan Iin Supardi sebagai Ketua Umum yang dipilih oleh tim formatur. Selain ketua, tim formatur juga menetapkan Ilman Syahputra, M.Si sebagai Sekretaris Umum dan Sahilmi, SE, MM sebagai Bendahara Umum periode 2017 – 2020.

Dalam sambutannya pasca dinobatkan kembali sebagai Ketua Umum, Iin Suparti menyampaikan, “Ini musibah bagi saya yang kembali ditetapkan sebagai ketua, namun ketika sudah diberi kepercayaan saya mengajak kita semua untuk sama-sama berbuat untuk da’wah di Abdya, mari kita selamatkan Abdya dengaan da’wah”,” ajaknya.

Iin juga berharap, bersama para pengurus dan seluruh kader Dewan Dakwah Abdya, ia yakin pasti bisa melanjutkan pekerjaan da’wah yang belum selesai dan melahirkan kader-kader da’wah tangguh dimasa yang akan datang. []

Dewan Dakwah Abdya Gelar Musda Ke IV

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Aceh Barat Daya (Dewan Dakwah Abdya) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke IV di Wisma Khana Pakat, Blangpidie, Sabtu (20/05).

Musda tersebut di buka secara resmi oleh Bupati Aceh Barat Daya yang diwakili Asisten Pemerintah, Drs. Yafrizal. Turut dihadiri Ketua Dewan Dakwah Aceh DR Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA, Majelis Syura Dewan Da’wah Abdya, MPU, Muhammadiyah, NU dan tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Hasyimi S.Ag, dalam laporannya menyampaikan ada beberapa agenda penting dalam pelaksanaan Musda itu, diantaranya pertanggungjawaban pengurus lama, pemilihan pengurus baru untuk periode 2017-2020 dan penyusunan program kerja. Dan ia berterima kasih kepada semua pihak atas dukungan agar terlaksananya kegiatan ini.

“Kita akan melaksanakan Musda ini selama dua hari, 20-21 Mei 2017. Pembukaan dan musyawarah pemilihan Ketua dan pengurus baru di hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan Up Grading pengurus baru dengan materi Sejarah Dewan Da’wah dan Penguatan Organisasi pada esoknya,” kata Hasyimi.

Ketua Umum Dewan Da’wah Abdya, Iin Supardi S.S, M.E.I, mengatakan kepengurusannya itu telah banyak melaksanakan kegiatan sejak 2013. Diantaranya Seminar Internasional Ekonomi Islam, workshop pemikiran islam dan penguatan potensi da’wah.

“Ini semua merupakan wujud upaya kita terhadap da’wah di Aceh Barat Daya. Selain itu Dewan Da’wah Abdya juga sudah memiliki tanah hibah untuk pembangunan mesjid dan sekretariat. Dan kami sangat mengharapkan sumbangsih dari donatur untuk pembangunan ini,” ujar Iin.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Da’wah Aceh DR Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MA, MCL dalam sambutannya mengatakan Dewan Dakwah hadir di Indonesia dengan menyambut perkembangan bangsa yang gencarnya kristenisasi, liberalisasi dan pendangkalan akidah. Dan kondisi bangsa Indonesia saat ini katanya hampir 80% bidang ekonomi dikuasai oleh non muslim dan aseng-asing. Begitu juga dengan wilayah politik.

Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UIN AR Raniry ini menambahkan, posisi umat Islam saat ini sangat terjepit. Terjadinya kriminalisasi ulama. Adanya streotype negatif terhadap umat Islam. Munculnya isu radikal, makar dan lain-lain.

“Ini bisa kita pertanggungjawabkan datanya. Selain itu puluhan orang Aceh juga telah menjadi pendeta di Medan dan Jakarta. beginilah kondisi yang sangat memprihatinkan umat di Aceh,” tegas Tgk Hasanuddin.

Mencermati berbagi persoalan bangsa tersebut, Ketua Dewan Dakwah Aceh ini berharap agar Dewan Dakwah Abdya dapat mengambil peran strategis untuk meminimalisirnya. Ia juga mengapresiasi program-program yang telah dilaksanakan oleh pengurus lama. Dan berharap kepengurusan yang baru dapat mempertahankan eksistensinya serta bisa terbentuknya pengurus cabang di setiap kecamatan.

Dalam sambutannya saat membuka acara Bupati Abdya yang diwakili Asisten Pemerintah, Drs. Yafrizal, menyambut baik hadirnya organisasi-organisasi islam yang konsen dengan dakwah. Ia berharap organisasi tersebut dapat bersinergi dengan Pemerintah Abdya.

“Semoga Dewan Da’wah Abdya bisa bersinergi dengan organisasi Islam lainnya di Abdya seperti Muhammadiyah, NU dan Perti dalam meningkatkan pemahaman dan penguatan umat di Abdya. Dan Pemerintah Abdya menyambut baik hadirnya Dewan Da’wah Abdya”, tegas Yafrizal. 

Dewan Da'wah Aceh Gelar Ifthar Jama'i

Sebagai agenda rutin tahunan, pada tahun 1438 H Dewan Da’wahAceh kembali menggelar ifhtar Jama’i di Markaz Dewan Da’wah Aceh Gampong Rumpet Krueng Barona Jaya Aceh Besar.

Acara yang diikuti oleh 300 orang, terdiri dari masyarakat Gampong Rumpet, Pimpinan Ormas Islam, anggota DPRA, Pimpinan Pesantren dan pengurus Dewan Da’wah dilaksanakan pada 4 Ramadhan 1438 H bertepatan dengan 30 Mei 2017.

Buka puasa bersama dengan menu kuah beulangong (daging masak Aceh Besar) dan ta’jil lainnya yang merupakan donasi dari Qatar Charity dan sumbangan muhsinin lainnya diharapkan dapat memperkuat ukhuwah islamiyah dan silaturrahim di bulan yang penuh berkah..

Sambil menanti waktu berbuka diisi dengan tausiyah agama yang di sampaikan oleh Ustadz Mursalin Basyah, Lc, MA.. dalam tausiyahnya ustadz Mursalin mengajak hadirin, khususnya da’i agar belajar dari burung hud hud dalam berdakwah. Di mana burung hud hud tidak langsung mengkritisi kondisi penduduk Saba, tetapi menyampaikan kelebihannya terlebih dahulu,baru kemudian menyampaikan bahwa mereka kufur kepada Allah dan menyembah matahari.. sebagai da’i kita harus berdakwah dengan cinta, demikian Ustadz Mursalin bertamsil di akhir tausiyahnya.. 

IDI dan Dewan Da'wah Aceh Gelar Tarhib Ramadhan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh bekerjasama dengan Dewan Dakwah Aceh menggelar acara tarhib Ramadhan. Kegiatan bertajuk “The Miracle Of Ramadhan” itu di isi dengan tausyiah oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat Periode 2010 – 2015, Ustad H Syuhada Bahri, Lc dan berlangsung selama dua hari di tempat terpisah yaitu di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh, Kamis (11/5) malam dan di Aula RSUZA Banda Aceh, Jum’at (12/5).

“Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik, kegiatan ini dapat terlaksana dengan sempurna. Ini menjadi moment yang sangat berharga bagi kita untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramdhan yang sudah di depan mata,” kata Ketua IDI Aceh Dr Fachrul Jamal Sp.An.KIC, Sabtu (13/5).

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh DR Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam sambutannya mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak atas prakarsa terlaksananya kegiatan itu. Menurutnya kegiatan seperti ini akan semakin menambah nilai ketaqwaan kepada Allah Ta'ala.

“Dewan Dakwah Aceh sudah lama bersinergi dengan para dokter dalam hal dakwah, terutama sekali dengan RSUZA. Banyak sudah program-program yang kita laksanakan bersama. Di antaranya bakti sosial dan pengobatan gratis di daerah rawan aqidah, bantuan untuk mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) pengisian pengajian di RSUZA dan pengiriman da’i Ramadhan,” ungkap Tgk Hasanuddin

Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UIN Ar-Raniry ini berharap kerjasama yang telah terjalin tersebut akan terus berlangsung di masa hadapan dan dapat ditingkatkan lagi aspek aspek-aspek dalam pelaksanaannya.

Sementara itu, Ustadz H Syuhada Bahri, Lc dalam taushiahnya menyampaikan tentang pentingnya bersedekah dan berinfaq serta keutamaan-keutamaan di bulan Ramadhan.

“Ramadhan merupakan bulan yang dilipatgandakan pahala, di tutup pintu neraka dan di bukanya pintu syurga. Oleh itu jangan sedikitpun ada keraguan di hati kita untuk memperbayak sedekah dan infaq. Semua akan menjadi amal kita di negeri akhirat kelak. Dan alangkah sayangnya jika ramadhan telah datang tetapi berlalu begitu saja, sedangkan kita tidak dapat meraih pahala dan keutamaan dari bulan mulia tersebut,” tegas Ustadz Syuhada. *

 

Dewan Da'wah Aceh Susun Program Kerja Tahun 2017

Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh telah menyusun program kerja tahunan untuk tahun 2017. Kegiatan yang melibatkan seluruh pengurus tersebut  berlangsung di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (2/4).

Sekjend Dewan Dakwah Aceh Said Azhar, S.Ag kepada wartawan, Senin (3/4) mengatakan, untuk tahun 2017 ini, Dewan Dakwah Aceh telah menyusun sejumlah program kerja. Penyusunannya dilakukan menurut bidang masing-masing. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih atau double kegiatan yang sama di bidang tersebut juga untuk memudahkan dalam pelaksanaannya.

“Di antara sejumlah program-program itu, yang menjadi prioritas pada tahun ini diantaranya adalah program kemandirian dakwah melalui pemberdayaan ekonomi usaha produktif, pendidikan dan pelatihan (diklat) dakwah, pembentukan dan pengaktifan pengurus daerah, penerimaan mahasiswa baru Akademi Dakwah Indonesia (ADI) dan program selama bulan suci ramadhan 1438 H,“ rinci Said Azhar seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi dewandakwahaceh.com.

Sementara itu Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA mengharapkan program kerja yang telah disusun tersebut dapat dilaksanakan semuanya di tahun ini sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan. Mengingat program-program tersebut sangat bermanfaat untuk kemaslahatan ummat dalam rangka mengawal pelaksanaan Syariat Islam di Aceh yang kini sudah berusia 15 tahun.

Dosen Fak. Syariah dan Ekonomi Islam UIN Ar-Raniry itu menambahkan selama ini Dewan Dakwah Aceh telah melaksanakan sejumlah kegiatan yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Ini merupakan bentuk partisipasi dan keseriusan serta komitmen Dewan Dakwah Aceh dalam membantu pemerintah agar Syariat Islam di Aceh akan semakin maju dan berjaya. Selain itu dukungan penuh dari pemerintah juga sangat diperlukan.

“Dewan Dakwah Aceh sangat siap dan akan senantiasa bersama pemerintah Aceh untuk kemajuan Syariat Islam. Karenanya kami sangat berharap agar pemerintah dapat membuat terobosan-terobosan yang inovatif. Tentunya Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan mesti di bantu oleh pihak lainnya. Dari itu pemerintah haruslah bersinergi dengan lembaga dakwah dan ormas islam serta mensupport dan memberi dukungan penuh pada setiap kegiatan yang mereka laksanakan,” tutup Tgk Hasanuddin. [

 

Dewan Da'wah Subulussalam Bina Muallaf

SUBULUSSALAM – Sebanyak 50 mualaf mengikuti pembinaan spiritual disampaikan Dewan Dakwah Indonesia Kota Subulussalam di aula Pendopo Wali Kota, Senin, 8 Mei 2017.

Ketua Dewan Dakwah Indonesia Kota Subulussalam Ustaz Sabaruddin kepada portalsatu.com di sela-sela acara tersebut mengatakan, kegiatan pembinaan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Subulussalam diperuntukkan bagi mualaf atau orang yang masuk Islam sejak tiga tahun belakangan ini.

"Ini mereka yang tiga tahun belakangan ini menjadi mualaf. Atau ada di antara mereka mungkin saja sudah lama masuk Islam, tetap belum pernah mengikuti pembinaan," katanya.

Ia menyebutkan, peserta pembinaan mualaf itu dari empat kecamatan dalam wilayah Subulussalam yakni Penanggalan 24 mualaf, Simpang Kiri 22 orang, Rundeng 2 mualaf dan Sultan Daulat 2 orang.

Sabaruddin yang juga anggota MPU Kota Subulussalam menyampaikan materi tentang akidah Islamiyah. Sementara Wakil Ketua Dewan Dakwah Ustaz Chairul Anwar, S.Ag., menyampaikan fiqih ibadah.

Sedangkan dua narasumber lainnya juga dari dewan dakwah masing-masing Ustaz Aab Syihabuddin, M.A., dan Masnur, S.Pd.I., menyampaikan tentang sosial kemasyarakatan dan cara membawa Alquran.

Sabaruddin menyebutkan kerja sama pembinaan terhadap mualaf diharapkan terus berlanjut setiap tahunnya, baik dengan Pemerintah Subulussalam maupun Provinsi Aceh. Terlebih Subulussalam wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara, sehingga dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

"Mereka menjadi mualaf atas kesadaran sendiri, tidak ada intimidasi, ini murni atas keinginan mereka menjadi mualaf. Karena itu mereka harus tetap dibina, kalau bisa jangan cuma pembinaan spiritual saja, tetapi harus ada pembinaan ekonomi juga," kata Sabaruddin.

Ia mengatakan pembinaan sebaiknya dilakukan secara berimbang antara spiritual dan ekonomi. Pasalnya sejak masuk Islam hubungan para mualaf dengan keluarga sebelumnya menjadi terputus.

"Jadi kalau tidak kita yang memberikan perhatian kepada mereka siapa lagi. Jika tidak dibina dengan baik, bisa saja di antara mereka kembali ke komunitasnya lagi. Selama ini ada satu dua kembali lagi ke komunitas asalnya," kata Sabaruddin.

Sementara Dewan Dakwah Indonesia Kota Subulussalam, kata Sabaruddin, hanya mampu memberikan pembinaan melalui spiritual saja lantaran tidak memiliki dana untuk program pembinaan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun Provinsi Aceh untuk melakukan pembinaan ekonomi bagi mualaf di Bumi Sada Kata.[]