Suami Istri Asal Binjai Lafazkan Syahadat di Markaz Dewan Dakwah Aceh

Rumpet, — Sepasang suami istri asal Binjai, Sumatera Utara atas nama Sige Franuska (36) dan istrinya Rini Karela Bru Sembiring (36) dengan kesadaran sendiri melafazkan dua kalimat syahadat di Masjid Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (25/8/2021).

Pensyahadatan keduanya dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA. Hadir sebagai saksi, Sekretaris Umum Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar Tijue SE MSi dan Ketua Forum Dakwah Perbatasan dr Nurkhalis,SpJP, FIHA, FasCC.

Baca Juga: Ketua dan Anggota MUI/MPU Bebas Dari Unsur Partai, Ormas dan ASN
Prosesi itu turut disaksikan sejumlah pengurus Dewan Dakwah Aceh dan mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh.

Suami istri ini telah dikaruniai 3 orang anak dan sebelumnya beragama Kristen. Selama ini mareka berdomisili di Kota Subulussalam. Setelah menjadi muslim, Sige Franuska diubah namanya menjadi Muslim dan istrinya Rini Karela Bru Sembiring diubah namanya menjadi Siti Aisyah.

Sekretaris Umum Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar Tijue SE MSi berharap Mukhlis beserta keluarganya dapat istiqamah dan bersabar karena cobaan pasti akan datang. Pihaknya akan membimbing untuk belajar agama Islam lebih baik.

“Alhamdulillah, sekarang kita sudah saudara seagama dan sekeyakinan. Apa pun yang terjadi, jangan pernah lagi menukar agama. Jika nanti ada masalah, Insya Allah akan kita selesaikan bersama,” katanya.

Ia menambahkan dalam waktu dua minggu ke depan Mukhlis dan keluarganya akan tinggal di Markaz Dewan Dakwah Aceh untuk mempelajari kembali ketentuan-ketentuan yang sudah digariskan dalam Islam. Diantaranya adalah persoalan aqidah, syariah dan akhlaq. Karena itu semua menjadi petunjuk dalam hidup dan kehidupan ini.

“Dengan demikian kehidupan kita akan terarah dan Insha Allah akan bahagia di dunia dan akhirat serta akan masuk syurga. Semoga usaha kita ini dimudahkan,” tutup Zulfikar.

ADI Dewan Dakwah Aceh Gelar Tasyakuran Angkatan Ketujuh

Aceh Besar, — Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh yang merupakan lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah Aceh menggelar tasyakuran dan pengukuhan kepada 11 mahasiswa angkatan ketujuh tahun akademik 2020/2021 di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Sabtu (21/8/2020).

Mareka berasal dari subulussalam sebanyak 7 orang, Aceh Singkil, Lhokseumawe, Abdya dan Banda Aceh, masing-masing 1 orang. Dari jumlah tersebut 2 diantaranya berpredikat “cumlaude” yaitu atas nama Abdullah dari Subulussalam dan Chalisul Abrar MZ dari Banda Aceh sedangkan 9 lainnya berpredikat “baik”.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Sekretaris Umum Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar, SE MSi yang didampingi Direktur ADI Aceh Dr Abizal M Yati, Lc MA beserta para Wakil Direktur ADI lainnya.

Tasyakuran dan pengukuhan itu juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Wakil Rektor UIN AR Raniry, Dr Syabuddin Gade, M.Ag dengan judul “Kaderisasi Dai Dalam Rangka Mempersipakan Generasi Indonesia Yang Bermartabat”.

Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh, Dr Rahmadon Tosari Fauzi, MEd dalam laporannya mengatakan acara tersebut dilaksanakan dengan menerapkan prokes yang ketat di mana semua undangan diminta untuk melaksanakan 5 M.

Turut dihadiri oleh perwakilan orang tua mahasiswa, pengurus Dewan Dakwah Aceh, perwakilan Forum Dakwah Perbatasan dan juga Anggota DPD RI Syeh Fadhil Rahmi.

“Dalam kesempatan itu juga diresmikan asrama ADI Putri Aceh oleh Wakil Ketua STID Mohamad Natsir Bidang Pendidikan, Ustadz Dr Dwi Budiman, M.Pd. Semoga dengan hadirnya ADI Putri Aceh akan semakin bertambah kader dakwah,” kata Rahmadon.

Sementara itu Direktur ADI Aceh Dr Abizal M Yati, Lc MA menyampaikan lulusan ADI Aceh dari tahun pertama yaitu 2014 hingga 2021 berjumlah 83 orang. Sebanyak 63 orang diantaranya melanjutkan kuliah ke Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd. Nastir Jakarta dan sebanyak 21 orang telah menyelesaikan program S1 nya.

Baca Juga:  MPU Aceh Kembali Ajak Masyarakat Proaktif Ikut Vaksinasi Covid-19

“Mereka saat ini sedang berdakwah dan tersebar di pedalaman dan pelosok nusantara, diantaranya di daerah Palembang, Sulawesi Selatan, Riau, Kabanjahe Sumut, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Pulau Banyak dan daerah lainnya. Semoga kehadiran mareka menjadi pelita bagi masyarakat ditengah kegelapan yang sedang melanda,” kata Abizal.

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Mualaf

BANDA ACEH – Dewan Dakwah Aceh menyalurkan daging kurban kepada 440 keluarga kurang mampu, mualaf, mahasiswa Akademi Dakwah Aceh, dan masyarakat umum lainnya yang dipusatkan di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (23/7/2021).

Koordinator Pelaksana, Tgk Suwardi mengatakan, pada Idul Adha 1442 H ini, Dewan Dakwah Aceh menyembelih 10 hewan kurban, yaitu 5 ekor sapi dan 6 ekor kambing.

Hewan-hewan kurban tersebut bersumber dari pengurus Dewan Dakwah Aceh, para simpatisan, mitra kerja, dan donatur Dewan Dakwah lainnya. “Dalam pelaksanaannya, 1 ekor sapi diserahkan ke masyarakat di Desa Bunbun Alas, Kecamatan Lauser, Kabupaten Aceh Tenggara,” ujarnya.

“1 ekor kepada masyarakat Alue Riyeung, Pulau Aceh dan 1 ekor kepada masyarakat Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar,” urai dia. “Sedangkan sisanya 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing disembelih di Markaz Dewan Dakwah Aceh,” sebut Tgk Suwardi.

Sementara itu, Sekjen Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar SE, MSi menjelaskan, meskipun saat ini masih pandemi Covid-19, akan tetapi semangat masyarakat untuk berkurban masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa empati dan kepedulian masyarakat untuk sesama masih terbina dan terjaga dengan baik.

“Atas nama lembaga, kami sangat apresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Keluarga Besar Travel Fatimah Zahra di Semarang dan warga Aceh yang berdomisili di Malaysia atas kurbannya serta shahibul kurban dan para donatur lainnya,” ucap Zulfikar.

Zulfikar menambahkan, Dewan Dakwah Aceh bersama Laznas Dewan Dakwah Pusat juga telah menyalurkan 73 ekor domba ke-4 kabupaten/kota yaitu Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, dan Abdya. “Semoga kiprah Dewan Dakwah Aceh dalam membantu masyarakat terutama di daerah pedalaman dan perbatasan Aceh dapat terus berjalan dan terlaksana sesuai dengan harapan apalagi di masa sulit seperti. Semoga dimudahkan semuanya,”pungkas Zulfikar.(*)

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Mualaf, https://aceh.tribunnews.com/2021/07/24/dewan-dakwah-acehsalurkan-dagingkurbanuntuk-440-keluarga-kurang-mampu-dan-mualaf.

Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan Gelar Sunatan Massal Gratis

BANDA ACEH – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Dewan Dakwah Aceh bersama Forum Dakwah Perbatasan menggelar sunatan massal gratis, di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (4/7/2021).

Kegiatan dengan tema “Khitanan Massal Anak Shaleh Ceria” itu diikuti oleh 30 anak yang sebagian besarnya berasal dari keluarga kurang mampu dan juga masyarakat umum yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan, Kepala Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar, Rosa Andriani SST, orang tua/wali anak dan tamu lainnya.

Ketua Forum Dakwah Perbatasan, dr Nurkhalis Sp Jp FIHA mengatakan kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan Bagian Bedah Fakultas Kedokteran USK/RSUDZA dan Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kontribusi Forum Dakwah Perbatasan terhadap berbagai permasalahan umat termasuk bidang kesehatan,” kata dr Nurkhalis.

Dokter Spesialis Jantung di RSUZA ini menjelaskan pada sunatan massal tersebut ada 31 orang anak yang dikhitan. Seusai dikhitan kepada mereka juga diberikan bingkisan kain sarung dan uang santunan.

Sementara untuk kontrol ulang dapat dilakukan di Puskesmas Krueng Barona Jaya, Aceh Besar atau di Puskesmas terdekat dari tempat tinggal masing-masing.

“Ada 20 dokter dari Bagian Bedah Fakultas Kedokteran USK/RSUDZA yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ini juga menjadi agenda rutin dan pengabdian kepada masyarakat dari prodi Bedah FK USK,” sebut dr Nurkhalis.

Ia menjelaskan berbagai program dakwah yang dijalankan Forum Dakwah Perbatasan diantaranya pemberian beasiswa pendidikan, pembinaan muallaf, penempatan da’i di perbatasan, pembangunan masjid dan mushalla serta pembangunan markaz dakwah.

Selain itu juga ada pendidikan kader da’i, Radio Dakwah Perbatasan, pembangunan atau rehab rumah dhuafa, pemberian modal kerja tanpa riba, penyaluran hewan kurban di perbatasan, dan pengobatan massal serta bantuan bidang kesehatan lainnya.

Sementara Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Muhammad AR MEd menambahkan kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari BKM Dewan Dakwah Aceh.

Tujuan utamanya adalah untuk meramaikan dan memakmurkan masjid dengan berbagai program kepada penduduk setempat dan sekitarnya, baik untuk anak yatim dan fakir miskin maupun untuk semua kalangan lainnya.

“BKM Dewan Dakwah Aceh saat ini telah melakukan berbagai program keummatan untuk masyarakat. Dan seperti itulah seharusnya yang dilakukan oleh semua masjid. Sehingga dengan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan memupuk ukhuwah dan terbinanya silaturrahmi dengan sesama sehingga kebersamaan yang terus terjaga,” kata Dr Muhammad AR.(*)

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan Gelar Sunatan Massal Gratis, https://aceh.tribunnews.com/2021/07/05/dewan-dakwah-aceh-dan-forum-dakwah-perbatasan-gelar-sunatan-massal-gratis.
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim

Mantan Ketua DDII Mohammad Siddik Meninggal Dunia

Banda Aceh,  — Innalillahi wa innailaihi raji’un. Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Provinsi Aceh menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Ketua Umum DDII periode 2015-2020, Ustaz Drs.H. Mohammad Siddik, MA wafat pada Selasa (29/6/2021).

“Innalillahi wa innailaihi raji’un, kami seluruh pengurus dewan dakwah Aceh dan keluarga besar di Aceh mengucapkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya kanda mohammad siddik, semoga Allah mengampuni segala kekhilafannya dan menerima semua amal baiknya dan ditempatkan Allah didalam Syurga Nya,” Ucap Ketua Dewan Dakwah Aceh, Dr. Muhammad AR, Selasa (29/6/2021).

Untuk diketahui, dilansir mediadakwah.id, Ustaz Siddik Allahuyarham sempat menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit setelah terinfeksi virus Covid-19. Ustaz Siddik Allahuyarham meninggal dunia pada pukul 16.45 WIB dan rencananya akan dimakamkan pada malam hari.

Dilansir Suara Islam, perjalanan dakwah Ustaz Siddik Allahuyarham di DDII dimulai sejak tahun 1968. Satu tahun sebelumnya, tepat setelah menamatkan kuliah, beliau mendapatkan ajakan langsung dari pendiri DDII sekaligus Perdana Menteri RI pertama yakni Mohammad Natsir Allahuyarham.

Beliau pernah berkarier di UNICEF dan ditempatkan di kota New York, Amerika Serikat, dan Kathmandu, Nepal. Selama menjalani tugas di luar negeri, beliau aktif mengirimkan informasi kepada Ketua Dewan Da’wah mengenai misi Kristenisasi di berbagai negeri di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Ustaz Siddik Allahuyarham yang lahir pada 15 Januari 1942 ini juga menguasai empat bahasa asing yakni Inggris, Prancis, Arab, dan Urdhu.

Beliau juga pernah berkarier selama 17 tahun di Islamic Development Bank (IDB) yang berkantor di Jeddah, Arab Saudi. Dalam empat tahun terakhir kariernya di sana, beliau sempat menjabat sebagai Direktur Regional IDB untuk kawasan Asia Pasifik yang berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Seusai bertugas di Malaysia pada tahun 2002, Ustaz Siddik Allahuyarham kembali ke Indonesia dan membantu mengurus Laznas Dewan Da’wah.

Ketua Umum DDII, Dr. Adian Husaini, mengenang bagaimana sepak terjang Ustaz Siddik Allahuyarham semasa hidupnya. Menurutnya, Almarhum dikenal sebagai singa dakwah yang tak berhenti mengaum dan terus menyuarakan kebenaran.

Bahkan hingga akhir hayatnya, di usia yang sangat senja, Ustaz Siddik Allahuyarham terus memikirkan masalah umat dan solusi-solusinya.

“Bahkan terus membantu berbagai pihak untuk melanjutkan proyek-proyek dakwah. Kami sangat kehilangan beliau. Semoga kami bisa melanjutkan perjuangan beliau,” kata Dr. Adian.

Kini tunai sudah tugas dakwah Ustaz Siddik di dunia. Beliau kembali ke kampung halaman sesungguhnya. (Red)

Pemerintah Minta Dewan Dakwah Aceh Berperan dalam Penguatan Syariat Islam

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh saat ini terus melakukan berbagai upaya dalam rangka mensukseskan beberapa program unggulan yang telah dijabarkan dalam visi-misi Aceh Hebat.

Salah satunya adalah program Aceh Meuadab yang difokuskan untuk mengembalikan khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai-nilai Syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mewujudkan program Aceh Meuadab ini tentu pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, perlu adanya dukungan semua pihak termasuk organisasi-organisasi Islam di Aceh.

Dewan Dakwah sebagai salah satu organisasi islam, diharapkan dapat mengambil peran terutama dalam penguatan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Dinas Dayah Aceh, Zahrol Fajri SAg, MH pada pelantikan Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh Masa Khitmah 2021-2026 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (20/2/2021) malam.

“Sehubungan dengan itu, kami sangat mengharapkan peran yang besar kepada Dewan Dakwah untuk dapat berkiprah secara maksimal dalam kegiatan dakwah di Aceh. Apalagi kami melihat bahwa Dewan Dakwah menjadi wadah berkumpulnya para cendikiawan dan intelektual muslim. Kami yakin, dengan kecerdasan ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk tujuan memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat muslim di Aceh,” kata Zahrol Fajri.

Ia menambahkan sinergitas Dewan Dakwah dengan pemerintah mesti terus ditingkatkan. Hal itu karena arah pembangunan Aceh Meuadab adalah melahirkan generasi Aceh yang memiliki kualifikasi terbaik lahir dan batin, berkarakter, memiliki mental juang tinggi dengan semangat pantang menyerah dan ber-akhlaqul karimah.

Tentu semangat tersebut sangat penting dimiliki oleh generasi muda Aceh saat ini. Dan diharapkan tidak mudah pudar karena pengaruh perubahan zaman.

“Kami yakin dan percaya, bahwa pengurus Dewan Dakwah Aceh yang baru dilantik ini akan dapat menyusun rencana kerja secara baik. Dan tentunya dengan studi serta terus melakukan evaluasi program-program kerja sebelumnya. Sekali lagi kami mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh Pengurus Dewan Dakwah Aceh periode 2021-2026, semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sekalian,” kata Zahrol Fajri.

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Muhammad AR MEd dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam 7 tahun terakhir pihaknya sangat fokus dalam upaya menjaga daerah perbatasan Aceh dari pendakalan akidah dan pemurtadan serta pembinaan muallaf.

Salah satunya dengan mendirikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh yang para mahasiswanya juga berasal dari daerah perbatasan itu, diantaranya dari Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang dan Simeulue.

“Mareka belajar di ADI Aceh selama 1 tahun, kemudian melanjutkan kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir di Bekasi, Jawa Barat. Dan setelah sarjana, mareka kita tempatkan kembali ke daerah perbatasan Aceh itu untuk mengawal dan menjaga daerah tersebut. Dan ini sangat diharapkan dukungan penuh dari semua pihak,” kata Muhamammad AR.

Ia manambahkan ADI Aceh telah melahirkan 12 sarjana dakwah yang saat ini sedang dalam pengabdian di berbagai daerah pedalaman di Indonesia.

Mulai 2021 juga akan diterima calon mahasiswi ADI Aceh untuk mempersiapkan da’i muslimah Aceh kedepannya. Mohon dukungan semua pihak baik tenaga, pikiran seta kemudahan harta untuk berinfaq di jalan dakwah ilallah.

Sementara itu Ketua panitia, Enzuz Tinianus, SH MH menyampaikan Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh Masa Khitmah 2021-2026 dilantik oleh Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat, Ustaz Drs H Amlir Syaifa Yasin MA.

Turut dihadir juga Wakil Sekretaris Umum Dewan Dakwah Pusat Drs H Ade Salamun MM.

Enzus menambahkan Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh yang akan dilantik untuk periode lima tahun ke depan itu merupakan hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) V Dewan Dakwah Aceh yang dilaksanakan pada Minggu (22/11/2020) lalu di Kompleks Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Ia menambahkan acara tersebut seharusnya dihadiri oleh seluruh Pengurus Wilayah dan Kabupaten/Kota serta berbagai undangan di Luar Dewan Dakwah baik unsur pemerintah maupun lembaga kemasyarakatan dan keagamaan.

“Namun karena kita masih dalam situasi pandemi, maka Dewan Dakwah Aceh harus menahan diri untuk tidak mengundang banyak pihak, hal ini tidak lain untuk mendukung pemerintah untuk segra dapat keluar dari Pandemi Covid 19. Dan bagaimanapun kesehatan harus kita utamakan. Cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak adalah suatu keniscayaan,” kata Enzus.

Kepengurusan Dewan Dakwah Aceh terdiri atas Majelis Syura, Pengurus Harian, Bidang-bidang dan Badan-badan khusus.

Adapun Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh diketuai oleh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dan Sekretaris Said Azhar SAg.

Berikut susunan lengkap Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh 2021-2026.

Pengurus Harian

Ketua : Dr Muhammad AR, MEd
Wakil Ketua I : Drs Bismi Syamaun
Wakil Ketua II : Enzus Tinianus, SH MH
Wakil Ketua III : Dr Abizal Muhammad Yati, Lc MA
Wakil Ketua IV : Dr Rahmadon Tosari Fauzi, MEd PhD

Sekretaris : Zulfikar, SE MSi
Wakil Sekretaris I : Hanisullah, S.KomI, MPd
Wakil Sekretaris II : Murdani Amiruddin Tijue, S.PdI
Wakil Sekretaris III : Reza Adlani, S.SosI

Bendahara : Dr Ridwan Nurdin, SE MSi
Wakil Bendahara I : Taufiqurrahman, SE
Wakil Bendahara II : Arnisah Phonna

Dan dilengkapi dengan 16 bidang dan 3 badan khusus.(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Usai Dilantik, Pemerintah Minta Dewan Dakwah Aceh Berperan dalam Penguatan Syariat Islam, https://aceh.tribunnews.com/2021/02/21/usai-dilantik-pemerintah-minta-dewan-dakwah-aceh-berperan-dalam-penguatan-syariat-islam.
Penulis: Subur Dani | Editor: Ansari Hasyim

Pengurus Dewan Dakwah Aceh Dilantik

Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Aceh foto bersama seusai dilantik Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, yang diwakili Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri SAg MH di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (20/2/2021) malam.

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, yang diwakili Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri SAg MH, Sabtu (20/2/2021) malam, melantik pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Aceh di Anjong Monmata, Banda Aceh. Acara itu turut dihadiri Wakil Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Umum Dewan Dakwah Pusat, Dr Amlir Syaifa Yasin MA dan Ade Salamun MM, Kadis Syariat Islam Aceh, Dr EMK Alidar, Kakanwil Kemenag Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Zahrol Fajri saat membacakan sambutan Gubernur Aceh mengatakan, untuk mewujudkan program ‘Aceh Meuadab,’ tentu pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, tapi perlu dukungan dari semua pihak termasuk organisasi-organisasi Islam di Aceh. “Dewan Dakwah Islamiyah sebagai salah satu organisasi Islam, kami harapkan dapat mengambil peran terutama dalam penguatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” ujarnya.

Zahrol Fajri menyampaikan, arah pembangunan ‘Aceh Meuadab’ adalah melahirkan generasi Aceh yang memiliki kualifikasi terbaik lahir dan batin, berkarakter, memiliki mental juang tinggi dengan semangat pantang menyerah dan ber-akhlakul karimah.

“Untuk itu, dalam rangka menyukseskan program Pemerintah Aceh ini, kami mendorong agar Dewan Dakwah terus melakukan studi dan perencanaan dakwah dengan baik dan benar,” ungkap Gubernur melalui Kadis Pendidikan Dayah Aceh. Ia juga berharap Dewan Dakwah dapat berkiprah secara maksimal dalam kegiatan dakwah di Aceh. Apalagi, Dewan Dakwah menjadi wadah berkumpulnya para cendikiawan dan intelektual muslim.

Terakhir, Gubernur Aceh mengucapkan selamat kepada ketua dan para pengurus Dewan Dakwah Aceh masa bakti 2021-2026. “Kami berharap, amanah yang diemban ini mudah-mudahan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” harap Gubernur, dalam rilis Dinas Pendidikan Dayah Aceh, kepada Serambi, Sabtu (20/2/2021).

Sementara itu, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Aceh, dr H Muhammad Ar MEd, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur dan Pemerintah Aceh atas dukungan penuh dalam memfasilitasi acara pelantikan itu, sehingga terlaksana dengan baik. (jal)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Pengurus Dewan Dakwah Aceh Dilantik, https://aceh.tribunnews.com/2021/02/22/pengurus-dewan-dakwah-aceh-dilantik.

Dr. Muhammad AR Diangkat Sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh

BANDA ACEH – Dr Muhammad AR MEd MA terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh periode 2020-2025 menggantikan Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA. Direktur Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh itu terpilih dalam musyawarah wilayah (muswil) ke V di markaz lembaga tersebut, Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (22/11/2020).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus daerah dan pengurus wilayah lembaga itu di buka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat, Ustaz H Adian Husaini MSi PhD, Minggu (22/11/2020) pagi.

Pimpinan sidang muswil Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar Tijue didampingi sekretaris sidang, Enzustinianus mengatakan pengambilan keputusan dalam muswil tersebut dilakukan dengan musyawarah.

Dalam pemilihan ketua umum, masing-masing peserta muswil memilih lima orang formatur dengan cara menulis tiga nama di kertas. Nama dengan jumlah pemilih terbanyak menjadi ketua dan merangkap anggota formatur.

Adapun tim formatur yang terpilih yaitu DrMuhammad Ar MEd, Zulfikar SE, Enzustinianus SH MHum, Dr Abizal Muhammad Yati Lc MA dan Rahmadon Tosari MA PhD.

Zulfikar menjelaskan kelima anggota formatur ini mempunyai tugas untuk memilih salah seorang diantaranya sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh periode 2020-2025 dengan cara musyawarah.

“Setelah bermusyawarah, para anggota formatur menetapkan Dr Muhammad AR MEd sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh periode 2020-2025,” Kata Zulfikar.

Sebelumnya Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat, Ustaz H Adian Husaini dalam sambutan pembukaan muswil meminta Dewan Dakwah Aceh menjadi contoh dan teladan bagi dewan dakwah lainnya.

Ia juga meminta kedepannya Dewan Dakwah Aceh dapat menggarap kampus agar lebih islami, menggarap pondok pesantren dan menggarap masjid sebagai pusat pengkaderan dai.

“Dewan Dakwah Aceh harus menjadi lebih baik lagi agar misi dakwah seperti yang dicita-citakn oleh Pendiri Dewan Dakwah yaitu Allahuyarham Mohammad Natsir dapat terwujud demi kemaslahatan ummat,” demikian pesan Ustaz Adian Husaini.(mas)

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Muhammad AR Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, https://aceh.tribunnews.com/2020/11/23/muhammad-ar-ketua-umum-dewan-dakwah-aceh.

 

Dewan Dakwah Aceh Gelar Muswil tahun 2020

BANDA ACEH – Dewan Dakwah Aceh akan melaksanakan musyawarah wilayah (muswil) V, Minggu (22/11/2020). Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, itu akan dibuka oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat, Ustaz H Adian Husaini MSi PhD.

Kepastian itu disampaikan Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA, Sabtu (21/11/2020). “Alhamdulillah, Ustaz Adian Husaini sudah sampai di Banda Aceh tadi sekitar jam 10.00 pagi,” kata Tgk Hasanuddin.

Tgk Hasanuddin mengatakan bahwa muswil itu dilaksana sebagai amanat organisasi dalam rangka mempersiapkan kepengurusan sepanjutnya. Ia berharap pengurus periode mendatang dapat bekerja maksimal dan profesional untuk kepentingan tegaknya Islam di muka bumi.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Rahmadon Tosari Fauzi MEd PhD menambahkan muswil ke V mengusung tema “Optimalisasi Gerakan Dakwah dalam menjaga Keutuhan NKRI” dan akan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus pusat, pengurus wilayah dan majelis syura, pengurus daerah serta peninjau.

Sejauh ini beberapa nama mencuat sebagai kandidat ketua yaitu Enzus Tinianus, Abizal M Yati, Muhammad Muslem, Zulfikar Tijue, Muhammad AR dan Rahmadon Tosari Fauzi. “Alhamdulillah, persiapannya sudah maksimal. Saat ini panitia sedang melakukan finishing. Mudah-mudahan muswil dapat berjalan sempurna,” kata Rahmadon.

Rahmadon menjelaskan dalam Muswil tersebut juga akan dilaunching dua buku karya pengurus Dewan Dakwah Aceh dengan judul “Mosi Integral Muhammad Natsir” karya Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dan “Potret Pendidikan Aceh” karya Dr Muhammad AR MEd.

Rahmadon juga menyampaikan pelaksanaan muswil, panitia tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat seperti menyediakan masker, hand saniteizer, tempat cuci tangan dan menerapkan jaga jarak bagi peserta.(mas)

 

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Dewan Dakwah Aceh Gelar Muswil, https://aceh.tribunnews.com/2020/11/22/dewan-dakwah-aceh-gelar-muswil.

Akademi Dakwah Indonesia Kukuhkan 12 Lulusan

BANDA ACEH – Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Dewan Dakwah Aceh menggelar tasyakuran dan pengukuhan kepada 12 mahasiswa angkatan kelima tahun akademik 2019/2020 di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet,Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Selasa (18/8).

Mareka yang dikukuhkan berasal dari Aceh Singkil sebanyak empat orang, Subulussalam enam orang dan Aceh Selatan dua orang. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, MCL MA yang didampingi Direktur ADI Aceh, Assoc. Prof. Dr. Muhammad AR MEd dan Sekretaris ADI, Dr Abizal M Yati, Lc MA beserta para Wakil Direktur ADI lainnya.

Pengukuhan itu juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dosen UIN AR Raniry, Dr Jauhari Hasan, MSi dengan judul “Peran Dai Dalam Menjawab Tantangan Dakwah Pada Masa Pendemi Covid-19”.

Ketua Panitia yang juga Wakil Direktur II ADI Aceh, Zulfikar Tijue SE mengatakan, ADI Aceh sudah berjalan selama enam tahun dan telah melahirkan 63 alumni. Setelah selesai di ADI Aceh, mereka akan melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd. Natsir di Jakarta.

“Sebanyak 3 mahasiswa Alumni ADI Aceh telah menyelesaikan program S1nya di STID Mohd. Natsir. Dan saat ini ketiganya sedang melakukan pengabdian di Aceh dan luar Aceh,” kata Zulfikar.

Direktur ADI Aceh, Assoc Prof Dr Muhammad AR MEd mengatakan, lahirnya ADI Aceh dikarenakan adanya kerisauan ketika melihat kondisi umat terutama di daerah pedalaman dan perbatasan Aceh yang sudah lalai dari kewajiban yang diperintahkan kepadanya. Ia juga berpesan nantinya setelah menyelesaikan kuliahnya agar pulang kembali ke kampung asalnya untuk membantu masyarakat di sana.

“Kepada para lulusan kami sangat berharap agar dapat menjadi pembela akidah. Selain itu juga mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di tengah-tengah masyarakat,” tegas Muhamad AR. Sementara itu Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam sambutannya mengajak semuanya untuk bersatu padu demi kejayaan Islam dan bangsa Islam. “Islam tidak pernah memberi peluang untuk berpecah belah dan bercerai berai. Islam senantiasa bersatu padu antar sesama,” Kata Tgk Hasanuddin.

Kepada para lulusan ia berpesan untuk menjaga tiga perkara agar selamat di dunia dan akhirat. Diantaranya adalah menjaga akidah islamiyah, menjaga syariah dan menjaga ukhuwah. “Mari bergabung dengan gerakan dakwah untuk menghalangi gerakan lainnya. Semoga saja usaha kita bersama untuk kemajuan dan kejayaan islam serta agar Aceh terlepas dari ideologi lain, dimudahkan urusannya,” jelas Tgk Hasanuddin.

Acara itu ditutup dengan sambutan secara jarak jauh melalui teleconference oleh pimpinan Dewan Dakwah Pusat yang diwakili oleh Ketua Bidang Pendidikan, Dr Imam Zamroji, MA. Ia meminta alumni ADI untuk menjadikan kerja dakwah sebagai profesi utama. Adapun profesi lainnya haruslah dalam dan untuk rangka dakwah.

“Selain itu Dewan Dakwah Pusat juga berharap agar Dewan Dakwah Aceh dapat terus meningkatkan kuantitas dam kualitas kader dari alumni ADI. Sehingga suatu saat dapat ditingkatkan status kelembagaannya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID),” tutup Imam Zamroji.

Dalam kegiatan tersebut juga ditetapkan lulusan terbaik ADI Aceh tahun akademik 2019/2020, yaitu Jamluddin dari Aceh Selatan. Kepadanya diberikan penghargaan yang diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA.(*)

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Akademi Dakwah Indonesia Kukuhkan 12 Lulusan, https://aceh.tribunnews.com/2020/08/18/akademi-dakwah-indonesiakukuhkan-12-lulusan?page=2.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat