Archive for month: July, 2021

Menghindari Kesengsaraan di Dunia

Manusia yang hidup di dunia persis laksana sedang berada pada sebuah halte yang sedang menunggu bus  untuk berangkat. Demikian pula manusia di dunia ini baik lelaki maupun perempuan, anak-anak, pemuda, orang dewasa dan orang tua sekalipun akan berangkat menemui ajalnya.

Ketika ajal tiba, suka atau tidak suka, kematian atau keberangkatan itu pasti terjadi. Namun dalam kehidupan dunia, manusia bisa saja senang ataupun susah, tetapi orang-orang yang memiliki sedikit keimanan dalam dadanya akan berfikir dua tiga kali apakah hidup ini susah atau senang, makanya jika anda hendak hidup tenang atau menghindari kesengsaraan di dunia ini, maka ikutilah  petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Berikut ini kita lihat sabda Rasulullah  SAW yang bermakna adalah:

Artinya: Kalau anda memiliki empat perkara, maka kalian tidak akan mengalami sengsara didunia: pertama, benar dalam perkataan; kedua, menjaga amanah; ketiga, akhlak yang baik; keempat, tidak sarakah dalam makanan. (Dalam Shahih al-Jami; Jilid I Hadist 873).

  1. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Berkatalah yang benar, bertaqarrublah dan terimalah kabar gembira, bahwa sekali-kali amal seseorang tidak  bisa memasukkannya ke sorga.”Mereka bertanya, “Tidak pula engkau ya Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab, “Tidak pula aku,” kecuali jika Allah melimpahkan dengan rahmat-Nya. (H.R. Bukhari dan Muslim).

  1. Allah berfirman dalam al-Qur’an:

Artinya: Sungguh, Allah menyuruhmu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya,…  (An-Nisa’ : 58. ).  (jika amanah disia-siakan atau atau tidak dilaksanakan secara adil dan benar, maka tunggu azab Allah akan disegerakan).  Karena itu jujurlah anda, benarlah anda dan berterimaksihlah kepada Allah swt., dari segala kealpaan dan kekhilafan serta tidak lagi mengulangi  berbuat kedhaliman.

  1. Allah berfirman dalam al-Qur’an:

اسَدِيۡدً  قَوۡلًا وَلۡيَقُوۡلُوا  للّٰهَ ۖفَلۡيَتَّقُوا

Artinya: …hendaklah mereka bertaqawa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan  tutur kata yang benar. An-Nisa’ : 9    ( Berkata benar adalah symbol keislaman dan ketaqwaan,  hindarilah berbohong, menipu, dan kemunafikan). Munafik adalah  antara perkataan dan  perbuatan sangat jauh celahnya. Ketidak jujuran akan menghantarkan kita ke neraka. Kemudian dalam hadits yang lain  Rasulullah saw bersabda lagi yang artinya adalah:

  1. Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga:  Satu Tahun Sedekah Nasi Jumat

Artinya: Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan orang mukmin pada hari kiamat selain dari akhlak yang baik.  (H. R. Tirmizi,  Ahmad, dan Bukhari). (Makanya siapapun dia, rakyat jelata, ataupun presiden, atau para elit penguasa dan para perampas harta rakyat dan  harta Negara,  para kuli atau buruh kasar, petani dan para ulama berhati-hatilah agar tidak terjerumus ke dalam akhlak mazmumah (tercela) yang merusak tatanan dunia dan hukum Allah.  Kemudian dalam hadis berikut Rasulullah saw bersanba yang artinya:

Artinya: Rasulullah ditanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama imannya? Baginda menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.”(H.R. Bukhari).

Kemudian Rasulullah ditanya lagi:

Artinya: “Apa itu agama?”Beliau menjawab, “Agama adalah akhlak yang baik.”(H. R. Bukhari)

Kebaikan akhlak adalah cerminan bahwa ia adalah seorang  mukmin sejati dan tidak mudah tergoyahkan dengan uang dan jabatan, ia pun tidak suka menjilat para penguasa akan tetapi ia berkata yang benar itu benar dan yang salah itu salah.   Demikian pula seseorang yang senantiasa berpegang teguh pada ajaran agamanya, setia kepada Islam, tetap istiqamah dengan seluruh ajrannya, maka ia tergolong kepada orang yang berakhlak mulia. Dengan berakhlak mulia-lah kita mendapat keamanan, ketenangan, jaminal Allah di dunia ini hingga ke akhirat kelak.

Selain dari itu dengan memakan makanan yang bergizi, dan tidak berlebihan secara medis-pun ini merupakan salah satu upaya untuk menghindari penyakit. Orang yang sehat adalah orang senang dan bahagia hidup di dunia dapat menikmati kehidupan  denganpenuh nikmat dan terhindar dari segala penyakit yang  akut. Inilah ajaran Islam yang menganjurkan ummatnya untuk  menjaga kesehatan dan tetap segar bugar yang jauh dar bebgai penyakit berbahaya.  Semua ini karena kita makan sedikit dan bergizi serta makanan yang bersumber dari yang halal yang memperolehnya.

Allah berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31). Kita tidak dilarang makan hingga kenyang tetapi jangan berlebihan sehingga tidak ada tempat untuk air, makanan dan udara di dalamnya.  Kalau mau sehat maka makanlah sedikit tetapi bergizi  dan janganlah rakus dan tamak terhadap makanan.

Kemudian Rasulullah Saw bersabada:

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

Artinya: “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas”

Dewasa ini cukup banyak orang meninggal dunia dan kebanyakan mereka divonis menderita penyakit Corona (Covid-19). Lihat bagaimana kematian di Wuhan-China, di India, di Italia dan di Amerika. Mati laksana  ayam di musim penyakit Tha’un secara massal, namun pihak WHO yang bertanggung jawab untuk jual  vaksin dan obat, tidak pernah ada  yang menyelidiki kenapa  mereka banyak mati!  Namun yang paling getol mereka serukan untuk patuhi protocol kesehatan hanya di Negara-negara Islam yang tidak begitu besar dampaknya covid-19 ini.  Misalnya pakek masker, social distancing, vaksin, dan  lock-down, paling ketat  di Negara-negara msulim dan Negara-negara kecil lagi miskin. Piala Euro 2000 gak ada yang patuh untuk pakek masker, gak ada yang patuh untuk menjaga jarak, dan gak ada yang patuh untuk mengikuti prokes.

Baca Juga:  5 Youtuber Indonesia Berpenghasilan Tertinggi pada Juli 2021, Angkanya Fantastis

Tapi lagi-lagi kenapa WHO dan pihak-pihak lain yang merasa berkepentingan dengan menjual vaksin, menjual alat kesehatan, dan menjual obat tidak  diapa-apakan oleh Badan Dunia Kesehatan itu.   Inilah punca kesengsaraan kita di dunia ini karena   dunia ini berat sebelah atau tidak adil dalam menangani kasus Covid ini.

Gara-gara ketidak adilan, ketidak jujuran, dan ketidak istiqamahan para pemegang kuasa, maka rakyat bawahlah yang paling menderita dan sengsara.

Kaum muslimin dan muslimat di manapun anda berada, maka junjung tinggilah  perintah Allah dan   Rasul-Nya,  hindarilah semua larangan Allah dan Rasul-Nya, jagalah makanan haram agar tidak dimasukkan  kedalam perutnya, jauhilah harta haram dan hasil korupsi, hasil dari  penipuan, hasil dari sogok menyogok, hasil dari pemerasan, hindarilah pertumpahan darah (pembunuhan) orang-orang yang tidak bersalah, hindari ketidak adilan di pengadilan dan dalam memutuskan perkara, hindarilah  menganianya manusia, janganlah menipu dan memperolok-olokkan dan mengkriminalisasi ulama, dan janganlah mengadu-domba antara sesama kaum muslimin, sebab apa yang anda lakukan sekarang terhadap orang lain, akan anda rasakan apa yang menimpa orang lain. Ketahuilah bahwa penyakit Covid-19 yang menimpat umat manusia di seluruh dunia dan tidak terkecuali Negara kita, hanya karena menolak perintah Nabi saw.

Rasulullah saw jauh-jauh  hari telah memerintahkan ummatnya untuk  menjauhi tempat yang berwabah dan tidak boleh mendatangi atau berkunjung ke daerah tersebut. Sebaliknya, orang-orang yang berada di tempat yang berwabah, tidak boleh meninggalkan tempatnya menuju daerah lain yang aman dari wabah.

Namun inilah yang tidak berlaku sekarang ini, sehingga yang sering dihinggapi penyakit wabah ini adalah orang-orang yang selalu pulang-pergi ke daerah pandemic, dan juga orang-orang yang pernah  berhubungan bersama orang-orang tersebut. Inilah kesengasaran yang tidak bisa dipungkiri.

Oleh Dr. Muhammad AR. M.Ed

Penulis adalah Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Aceh

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Mualaf

BANDA ACEH – Dewan Dakwah Aceh menyalurkan daging kurban kepada 440 keluarga kurang mampu, mualaf, mahasiswa Akademi Dakwah Aceh, dan masyarakat umum lainnya yang dipusatkan di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (23/7/2021).

Koordinator Pelaksana, Tgk Suwardi mengatakan, pada Idul Adha 1442 H ini, Dewan Dakwah Aceh menyembelih 10 hewan kurban, yaitu 5 ekor sapi dan 6 ekor kambing.

Hewan-hewan kurban tersebut bersumber dari pengurus Dewan Dakwah Aceh, para simpatisan, mitra kerja, dan donatur Dewan Dakwah lainnya. “Dalam pelaksanaannya, 1 ekor sapi diserahkan ke masyarakat di Desa Bunbun Alas, Kecamatan Lauser, Kabupaten Aceh Tenggara,” ujarnya.

“1 ekor kepada masyarakat Alue Riyeung, Pulau Aceh dan 1 ekor kepada masyarakat Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar,” urai dia. “Sedangkan sisanya 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing disembelih di Markaz Dewan Dakwah Aceh,” sebut Tgk Suwardi.

Sementara itu, Sekjen Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar SE, MSi menjelaskan, meskipun saat ini masih pandemi Covid-19, akan tetapi semangat masyarakat untuk berkurban masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa empati dan kepedulian masyarakat untuk sesama masih terbina dan terjaga dengan baik.

“Atas nama lembaga, kami sangat apresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Keluarga Besar Travel Fatimah Zahra di Semarang dan warga Aceh yang berdomisili di Malaysia atas kurbannya serta shahibul kurban dan para donatur lainnya,” ucap Zulfikar.

Zulfikar menambahkan, Dewan Dakwah Aceh bersama Laznas Dewan Dakwah Pusat juga telah menyalurkan 73 ekor domba ke-4 kabupaten/kota yaitu Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, dan Abdya. “Semoga kiprah Dewan Dakwah Aceh dalam membantu masyarakat terutama di daerah pedalaman dan perbatasan Aceh dapat terus berjalan dan terlaksana sesuai dengan harapan apalagi di masa sulit seperti. Semoga dimudahkan semuanya,”pungkas Zulfikar.(*)

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Mualaf, https://aceh.tribunnews.com/2021/07/24/dewan-dakwah-acehsalurkan-dagingkurbanuntuk-440-keluarga-kurang-mampu-dan-mualaf.

Mengorbankan Perasaan Demi Islam

Salah satu ajaran Islam di bulan Zulhijjah adalah mempersembahkan Qurban, selain dari ibadah haji bagi yang mempunyai kemudahan harta dan keamanan dalam perjalanan Haji ke Baitullah adalah  salah satu rukun Islam yang lima, sementara menyembelih qurban adalah  ibadah sunat yang sangat digalakkan dalam ajaran Islam khususnya di bulan Zulhijjah. Ini adalah warisan Nabi Ibrahim a.s.  dan sebagai symbol kepatuhan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Menjelang Idul Adha, kaum muslimin disunatkan untuk menyembelih Qurban berupa unta, kibasy, kambing, domba, kerbau dan lembu. Daging Qurban ini sebaiknya didistribusikan kepada fakir dan miskin  (orang-orang yang sangat memerlukannya) serta kepada karib dan keluarga sebagai langkah mempererat silaturrahmi serta saling membantu antara satu sama lain.

Oleh karena itu marilah kita korbankan perasaan dan harta kita untuk  menjalankan syiar Islam ini dengan mengedepankan perintah Allah daripada perintah makhluk. Mengorbankan harta dan perasaan demi Islam adalah  tidak seberapa jika dibandingkan dengan karunia Allah yang diberikan kepada kita.

Marilah kita korbankan perasaan pelit  atau kikir serta bakhil untuk bersedekah lewat penyembelihan hewan qurban di Hari Raya Idul Adha ini. Marilah kita korbankan perasaan demi mengikuti syari’at Allah secara komprehensif termasuk berkurban di bulan Zulhijjah.

Menurut Rasulullah SAW bahwa pekerjaan anak Adam yang paling utama pada hari ini (Idul Adha) adalah menumpahkan darah (menyembelih qurban). Kemudian bertakbir, bertahmid, bertahlil, dan bertasbih di bulan Zulhijjah hingga hari keempat Idul Adha. Namun bagi orang-orang yang mempunyai kelebihan harta, aman dalam perjalanan, memiliki kesehatan yang prima, diwajibkan atasnya berhaji ke Baitullah. Namun selama Covid-19 sudah dua tahun umat Islam tidak melakukan haji karena menghindari penyakit yang berbahaya yang sedang menyebar di mana-mana.

Marilah kita korbankan perasaan untuk mengikuti syari’at Allah untuk menutup aurat sebagaimana anjuran Allah dan Rasul-Nya. Baik laki laki maupun wanita memiliki tatakrama dalam berpakaian bagi kaum muslimin dan muslimat yang sudah baligh dan berakal.  Karena itu marilah kita ikuti perintah Allah untuk tidak membuka aurat atau telanjang dalam hal berpakaian, walaupun harus korban perasaan sedikit.

Islam memiliki cara tersendiri untuk berpakaian dan mungkin tatakrama berpakaian tidak diatur dalam agama lain. Namun jika ada orang yang sengaja membuka aurat baik laki laki maupun perempuan dan didalam hatinya ada sedikit kesombongan, artinya tidak takut kepada siapapun termasuk kepada Khalik, maka hati-hatilah jika anda mati dalam keadaan demikian maka anda mati dalam keadaan tidak beriman.

Marilah pula mengorbankan perasaan kita untuk berdoa kepada Allah siang dan malam agar Allah memberikan kita rezki yang halal, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, hati yang khusyu’, agama yang lurus, keselamatan dari segala bencana, dan rasa syukur kepada-Mu ya Allah atas segala anugerah-Mu dan Petunjuk-Mu serta hidayah yang telah Engkau berikan kepada kami.

Marilah kita korbankan perasaan untuk menjalankan amar makruf dan nahi mungkar (menjalankan dakwah) baik yang ada didepan mata kita, di rumah kita, di kantor kita, di lingkungan kita, dan di dalam rumah tangga kita agar Allah tidak mengekalkan bala bencana di negeri atau qaryah kita yang berkepanjangan.

Dan marilah kita korbankan perasaan kita untuk menjalankan syari’at Islam di Nanggroe Aceh Darussalam, dan kita korbankan perasaan kita untuk tidak menjual sejengkal-pun tanah negeri Islam kepada musuh Islam.  Juga, marilah kita korbankan perasaan kita, kita korbankan hawa nafsu kita untuk tidak menerima sogokan dari para pengkhianat Negara, dari orang asing yang ingin menggorogoti Negara kita, dan marilah kita korbankan perasaan kita untuk menjalankan keadilan secara adil dan merata kepada  semua manusia tanpa pandang bulu dan diskriminasi.

Marilah kita mengorbankan perasaan untuk hal-hal yang demikian, karena pada hakikatnya semakin banyak harta haram yang kita bawa pulang kerumah kita, maka semakin banyak penyakit yang akan kita peroleh, semakin banyak murka Allah akan diturunkan,  dan  semakin banyak anggota keluarga kita yang akan menimpa berbagai musibah karena kesalahan memasukkan penyakit dan benda haram ke dalam perutnya. Korbankan perasaan dan tuntutan anda untuk tidak mengikuti/mematuhi hawa nafsu.

Marilah kita korbankan perasaan untuk mengikuti shalat berjamaah lima waktu di Masjid atau di musalla agar semua umat Islam akan bersatu hati semuanya untuk melawan maksiat, melawan kedhaliman, kebohongan, kemusyrikan, serta kemunafikan yang tengah merajalela di bumi tercinta ini.

Mungkin dengan inilah Covid-19 akan terusir sendiri karena kesatuan, kebersamaan, dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Marilah kita korbankan perasaan kita untuk tidak pernah bosan-bosannya dalam berdoa kepada Allah agar Yang Maha Kuasa menurunkan kepada kita Pemimpin yang adil dan taat  kepada Allah serta takut akan azab-Nya dan sayang kepada rakyatnya.

Marilah kita korbankan harta dan perasaan kita untuk berkurban apakah kerbau, lembu, kambing, domba dan unta untuk disembelih pada hari Raya Qurban tahun ini. Hikmah berkurban adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah; menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a.s.; memperbanyak hadiah dan pemberian kepada keluarga dan  fakir –miskin sebagai ungkapan adanya kasih sayang antar sesama manusia; dan sebagai rasa syukur kepada Allah yang telah menundukkan binatang ternak kepada kita sehingga tidak menjadi beban ketika kita lakukan penyembelihan. Kalau bukan dengan bantuan Allah dalam hal menundukkan bintatang ternak, maka ayampun  tidak dapat disembelih karena mereka akan melawan atau berontak kepada manusia. Namun semua ini telah Allah tundukkan kepada manusia.

Oleh Dr. Muhammad AR. M.Ed

Penulis Adalah Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Aceh.

Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan Gelar Sunatan Massal Gratis

BANDA ACEH – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Dewan Dakwah Aceh bersama Forum Dakwah Perbatasan menggelar sunatan massal gratis, di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (4/7/2021).

Kegiatan dengan tema “Khitanan Massal Anak Shaleh Ceria” itu diikuti oleh 30 anak yang sebagian besarnya berasal dari keluarga kurang mampu dan juga masyarakat umum yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan, Kepala Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar, Rosa Andriani SST, orang tua/wali anak dan tamu lainnya.

Ketua Forum Dakwah Perbatasan, dr Nurkhalis Sp Jp FIHA mengatakan kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan Bagian Bedah Fakultas Kedokteran USK/RSUDZA dan Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kontribusi Forum Dakwah Perbatasan terhadap berbagai permasalahan umat termasuk bidang kesehatan,” kata dr Nurkhalis.

Dokter Spesialis Jantung di RSUZA ini menjelaskan pada sunatan massal tersebut ada 31 orang anak yang dikhitan. Seusai dikhitan kepada mereka juga diberikan bingkisan kain sarung dan uang santunan.

Sementara untuk kontrol ulang dapat dilakukan di Puskesmas Krueng Barona Jaya, Aceh Besar atau di Puskesmas terdekat dari tempat tinggal masing-masing.

“Ada 20 dokter dari Bagian Bedah Fakultas Kedokteran USK/RSUDZA yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ini juga menjadi agenda rutin dan pengabdian kepada masyarakat dari prodi Bedah FK USK,” sebut dr Nurkhalis.

Ia menjelaskan berbagai program dakwah yang dijalankan Forum Dakwah Perbatasan diantaranya pemberian beasiswa pendidikan, pembinaan muallaf, penempatan da’i di perbatasan, pembangunan masjid dan mushalla serta pembangunan markaz dakwah.

Selain itu juga ada pendidikan kader da’i, Radio Dakwah Perbatasan, pembangunan atau rehab rumah dhuafa, pemberian modal kerja tanpa riba, penyaluran hewan kurban di perbatasan, dan pengobatan massal serta bantuan bidang kesehatan lainnya.

Sementara Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Muhammad AR MEd menambahkan kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari BKM Dewan Dakwah Aceh.

Tujuan utamanya adalah untuk meramaikan dan memakmurkan masjid dengan berbagai program kepada penduduk setempat dan sekitarnya, baik untuk anak yatim dan fakir miskin maupun untuk semua kalangan lainnya.

“BKM Dewan Dakwah Aceh saat ini telah melakukan berbagai program keummatan untuk masyarakat. Dan seperti itulah seharusnya yang dilakukan oleh semua masjid. Sehingga dengan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan memupuk ukhuwah dan terbinanya silaturrahmi dengan sesama sehingga kebersamaan yang terus terjaga,” kata Dr Muhammad AR.(*)

 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan Gelar Sunatan Massal Gratis, https://aceh.tribunnews.com/2021/07/05/dewan-dakwah-aceh-dan-forum-dakwah-perbatasan-gelar-sunatan-massal-gratis.
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim

Janji-Janji Tinggal Janji, Bulan Madu Untuk Jokowi

KALAM PENGANTAR

Kondisi negeri dengan hadirnya Covid 19 saat ini seperti pucuk dipinta ulampun tiba bagi rezim Jokowi. Pasalnya dia bersama pendukungnya seperti sangat memanfa’atkan kondisi ini untuk mewujudkan sejumlah aturan yang melegalkan sejumlah kegiatan. Karena penduduk negeri ini mayoritas muslim maka merekalah yang merasa sangat dirugikan oleh kebijakan, misalnya terkait dengan RUU.HIP., BPIP, perubahan dan pengesahan UU.KPK., pemasukan dan penampungan rakyat Tiongkok yang melimpah ruah ke Indonesia dengan mengabaikan kearifan bangsa dan negara, pembangunan Reklamasi dan seterusnya.

Kebijakan demi  kebijakan yang dilaksanakan presiden Jokowi terkesan sangat menguntungkan kaum minoritas dan lebih terkesan lagi seperti ada agenda besar ingin merubah haluan negara dari apa yang dititipkan para pendiri dalam sebuah perjuangan kemerdekaan dahulu kala menjadi sebuah negara yang berkolaborasi dengan ideologi tertentu yang sudah dilarang di negeri ini. Kaum minoritas dan penganut ideologi tersebut sangat memanfa’atkan situasi semacam ini sehingga merapat serapat-rapatnya dengan presiden Jokowi. Salah sorang di antara mereka adalah Luhu Binsar Panjaitan.

Karena terlalu rapat antara keduanya sehingga jabatan strategispun diberikan untuk menguasai negeri ini, dia Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia dalam masa kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Karena terlalu singkron antara keduanya maka berbagai hak dan tugas juga diberikan presiden kepada sang menteri seperti mengurus izin pembangunan Reklamasi, dikirim juga ke USA berjumpa presiden Donal Trump untuk memperoleh hutang, dijadikan perekat dengan penguasa negeri Cina, mengamankan pendatang Cina dengan berbagai dalih, dan terakhir dipercaya sebagai Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat untuk pulau Jawa dan Bali terhitung 3 sampai dengan 20 Juli 2021.

JANJI-JANJI TINGGAL JANJI

Mengenang kembali janji-janji presiden Jokowi dan wakilnya Ma’ruf Amin ketika maju sebagai calon presiden Indonesia 2019-2024 dan mengukurnya apakah sudah ditepati semuanya atau sebahagiannya, atau hanya sekedar janji-janji tinggal janji kemajuan negara dan kesejahteraan rakyat hanya mimpi. Janji-janti tersebut dimuat di berbagai media yang susah untuk dibantah eksistensinya, dalam Tribunnews dicatat ada 10 janji yang pernah dijanjikan adalah:

(1). Kemiskinan turun dan kartu sembako murah; (2). Klaim jaminan pendidikan dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah; (3). Program Mekaar dan UMI (Pembiayaan Ultra Mikro); (4). Sertifikasi tanah dan konsesi lahan; (5). Dana desa akan capai Rp 400 Triliun; (6). Koperasi petani dan bank mikro nelayan; (7). Rasio elektrifikasi dan pemanfaatan energi terbarukan; (8). Kartu Pra-Kerja; (9). Permudah usaha generasi muda; (10). Akses internet cepat.

Dalam kabar24.bisnis.com/ disebutkan: Menang Pilpres 2019, Ini Janji Manis Jokowi-Ma’ruf: Tiga Kartu Sakti, Dewi (Desa wisata) dan Dedi (Desa digital), 3500 Startup (jaminan lapangan kerja), Infrastruktur Langit (penguatan infrastruktur teknologi informasi berupa Palapa Ring), dan Dilan (digital melayani). Khusus yang terakhir ini pemaparan Jokowi kepada rakyatnya. (https://kabar24.bisnis.com/read/20190521/15/925305/menang-pilpres-2019-ini-janji-manis-jokowi-maruf-)

Sementara CNBC Indonesia memaparkan visi dan missi Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia seperti ini: Misi: 1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia; 2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing; 3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan; 4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan; 5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa; 6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya; 7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga; 8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya; 9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.

Sementara visinya adalah: 1. Pembangunan infra struktur; 2. Pembangunan SDM; 3. Mengundang investasi; 4. Mereformasi Birokrasi; 5. Menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Masyarakat Indonesia dapat merasakan dari sekian janji politik termasuk kandungan visi missinya Jokowi dan Ma’ruf Amin berapa persenkah yang sudah dijalankan sampai hari ini. Mudah-mudahan sudah dijalankan semuanya atau sebahagiannya, atau malah belum terlaksana sama sekali. Kalau poin terakhir yang terjadi maka layaklah disebut: janji-janji tinggal janji bulan madu bukan untuk rakyat RI. atau dalam bahasa sepadan dengan kondisi sekarang: janji-janji tinggal janji bulan madu untuk rakyat RRC.

BULAN MADU HANYA MIMPI

Ketika sejumlah janji yang ditaburkan oleh seseorang kepada orang lain termasuk oleh calon presiden kepada rakyatnya, kemudian tidak mampu untuk ditepati semuanya atau sebahagiannya atau sengaja dikelabui dan diingkari, sementara yang menunggu janji tidak berdaya untuk menekan sipenjanji, maka yang menunggu janji tersebut hanya mampu berucap: janji-janji tinggal janji bulan madu hanya mimpi.

Kalau seorang presiden yang berjanji seribu janji kepada rakyatnya untuk memperoleh jabatan namun ketika jabatan itu diperolehnya bukan satu penggal malah dua periode namun janji-janji politiknya tidak pernah diusahakan untuk dipenuhi, malah sebaliknya dia mempermainkan janji tersebut untuk kepentingan rakyat negara lain dengan alasan tenaga kerja profesional padahal buruh kasar semata, sementara rakyat sendiri masih ramai yang menganggur untuk kerjaan semacam itu, namun diterlantarkan. Maka layaklah gelar The King of Lip Service diperoleh untuk dirinya.

Manakala seorang calon presiden berjanji setinggi langit untuk menyejahterakan kehidupan rakyatnya dengan berbagai kemajuan dunia yang ada, meningkatkan lapangan kerja, ternyata lapangan kerja tersebut diberikan kepada bangsa lain, memandirikan desa ternyata rakyat dalam desa berantakan dan bermusuhan, menjamin Hak Azasi Manusia (HAM) ternyata Hamdani dan Hamdiah yang diberikan haknya saja, menjamin pembangunan multi nasional ternyata semuanya dibangun dengan hutang luar negara, berjanji memberantas korupsi ternyata korupsi merajalela oleh orang yang diangkatnya, maka layaklah gelar The King of Oligarchy diperolehnya.

Kalau presiden pertama Indonesia Soekarno berjuang habis-habisan bersama rakyat untuk memperoleh kemerdekaan dari penjajah Belanda sehingga negara merdeka, maka layaklah ia disebut sebagai The Founding Father (Bapak pendiri negara), manakala ia memproklamasikan kemerdekaan negara maka ia juga layak disebut dengan Bapak Proklamator negara. Kalau presiden kedua Indonesia Soeharto banyak membangun negara dengan pembangunan infrastruktur dan SDM rakyatnya maka ada orang yang menyebutnya sebagai Bapak Pembangunan. Kalau presiden ketiga B.J.Habibi fokus kepada industri pesawat terbang selama memimpin negara Indonesia maka layaklah beliau mendapat gelar Bapak teknologi. Kalau presiden keempat Abdurrahman Wahid banyak melawak dalam memimpin negara ini maka layaklah dia disebut dengan Bapak Lelucon.

Kalau presiden kelima Megawati Soekarnoputri banyak menjual aset negara ketika memimpin negara maka layaklah gelar Ibuk peniaga diberikan kepadanya. Kalau presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertekat memberantas korupsi sehingga membentuk Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam masa jabatannya maka sangat layak kalau gelar Bapak anti korupsi disandangya. Dan kalau presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi) banyak sekali mengumbal janji tetapi tidak sanggub malah tidak berupaya untuk memenuhinya maka layaklah baginya menyandang gelar sebagai Bapak janji-janji tinggal janji bulan madu hanya mimpi.

Berhubung banyak janji yang tidak dipenuhi Jokowi setelah terpilih menjadi presiden RI dan terkesan seperti tidak berupaya samasekali untuk memenuhinya maka wajarlah cemoohan rakyat tertuju kepadanya hari ini. Yang lebih sadis lagi adalah sebagai seorang muslim presiden Jokowi cenderung mendiskreditkan muslim dengan mengayomi dan melindungi non muslim selama memimpin bangsa dan negara. Posisi-posisi strategis dalam pemerintahannya banyak dimiliki non muslim atau minimal muslim sepilis-nasionalis-komunis. Buktinya terpampang di depan mata, hanya orang kabur saja yang tidak nampak melihatnya.

Konkrit dan konklusinya adalah Presiden Jokowi banyak berutang dan banyak berjanji tetapi belum tau membayar hutang dan belum mampu memenuhi janji. Presiden Jokowi membangun hubungan dengan luar negeri akan tetapi fokus kepada satu negeri yang bernama RRC. Presiden Jokowi betul membuka lapangan kerja dan memberi kerjaan kepada para pekerja tetapi yang dibuka dan diberikan itu kepada rakyat Cina. Presiden Jokowi memang membangun negeri dengan berbagai pembangunan yang ditunggu rakyatnya tetapi uangnya bersumber dari hutang luar negara. Presiden Jokowi memang selalu berpikir dan berusaha untuk memperkuat dan memperkokoh kabinetnya untuk Indonesia maju tetapi yang diresufle selalu muslim istiqamah dan amanah. Kecuali itu presiden Jokowi sangat inn dan syahdu dengan seorang menteri yang selalu diberikan peluang dan kesempatan untuk menangani kerjaan besar di negeri ini, di sisi lain dia banyak berjanji denngan rakyanya tetapi belum mampu dipenuhi sementara terhadap sang menteri selalu di beri, maka layaklah kita tutup tulisan ini dengan adagium: JANJI-JANJI TINGGAL JANJI BULAN MADU UNTUK LUHUT DAN JOKOWI. Wallahu ‘aklam…..

Oleh: Dr. Hasanuddin Yusuf Adan

Penulis adalah Ketua Majlis Syura Dewan Dakwah Aceh & Dosen Siyasah Fakultas Syari’ah UIN Ar-Raniry.